Tentara Israel Bebaskan Sembilan Relawan WNI Dunia Sumud Flotilla

Sembilan Penduduk negara Indonesia yang menjadi relawan Dunia Sumud Flotilla 2026 akhirnya dibebaskan setelah sempat ditangkap dan mengalami kekerasan oleh tentara Israel, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, para relawan tersebut kini telah tiba di Istanbul, Turki, Buat menjalani pemeriksaan kesehatan setelah mendapat perlakuan Tak manusiawi selama masa penahanan.

Salah satu relawan yang juga merupakan jurnalis iNewsTV, Rahendro Herubowo, membagikan kesaksiannya mengenai intimidasi fisik yang dilakukan oleh aparat keamanan Israel selama interogasi berlangsung.

“Saya mengalami kekerasan ditendang mungkin tiga-empat kali di bagian depan, di belakang saya diinjak, dan terakhir disetrum,” kata Rahendro atau Heru, yang juga jurnalis iNewsTV.

Heru mengungkapkan bahwa Pengaruh dari penganiayaan tersebut Tetap dirasakan pada beberapa bagian tubuhnya, terutama Begitu melakukan gerakan fisik tertentu atau ketika bernapas berat.

“Jadi sekarang nih saya kalau batuk sakit di sini ketarik, angkat tangan juga ketarik. Mudah-mudahan nggak Eksis apa-apa ya, kita periksa di sini, kalau sekiranya di sini Tetap harus Eksis pemeriksaan lanjutan di RS Indonesia lah kita periksa Kembali,” Jernih Heru.

Kondisi kesehatan para relawan kini sedang dipantau secara intensif oleh tim medis di Turki demi memastikan Tak Eksis cedera internal yang fatal akibat kekerasan tersebut.

“Alhamdulillah sekarang kita lag ini medical check up tadi habis ngambil darah, Lalu kita mau konsultasi,” ucap Heru.

Selain Heru, jurnalis Tempo bernama Andre Prasetyo Nugroho yang turut serta dalam misi kemanusiaan tersebut juga menjadi korban penyiksaan fisik dari pihak militer Israel.

“Disetrum di sini (Sendi lutut-paha). Karena gua bagian terakhir, kepala kita harus kayak gini (berlutut tangan di belakang, kepala di Dasar). Udah nggak kuat gua,” kata Andre yang juga jurnalis Tempo itu.

Pemerintah Indonesia melalui Konsulat Jenderal RI di Istanbul langsung mendampingi kesembilan Penduduk negara Indonesia tersebut segera setelah mereka mendarat di bandara.

“Konjen RI di Istanbul Begitu ini telah Berbarengan dengan 9 relawan WNI yang tergabung dalam Dunia Sumud Flotilla 2.0. Saya juga senang dapat berkomunikasi langsung dengan Kolega-Kolega para relawan melalui video call,” ujar Menteri Luar Negeri RI Sugiono.

Kementerian Luar Negeri menegaskan komitmen penuh Buat memfasilitasi seluruh proses administrasi dan logistik agar para relawan dapat segera kembali ke Tanah Air.

“Pemerintah Indonesia akan Lalu memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan dengan Lancar dan dapat tiba kembali dengan selamat & sesegera mungkin,” tambah Sugiono.

Pembebasan ini merupakan bagian dari evakuasi massal 422 aktivis Dunia Sumud Flotilla yang diterbangkan dari Israel selatan menggunakan tiga pesawat terbang.