Talud Jembatan Plapar Ambrol, DPU Bina Marga Jatim Siapkan Rp 5 Miliar Buat Perbaikan

Foto BeritaJatim.com

Ponorogo (Liputanindo.id) – Berita Berkualitas bagi pengguna jalan nasional jalur Ponorogo–Pacitan. Kerusakan talud yang mengancam keberadaan Jembatan Plapar di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, segera mendapat penanganan darurat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) melalui DPU Bina Marga menyiapkan anggaran Nyaris Rp 5 miliar Buat memperkuat Bangunan di Sekeliling jembatan tersebut.

Perbaikan menjadi langkah Krusial agar akses Esensial yang menghubungkan Bumi Reog dan Kota 1001 Goa itu, tetap Kondusif dilalui. Alasan, kerusakan talud yang terjadi sejak Mei Lewat, sempat memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas bangunan jembatan.

Kabid Pemeliharaan DPU Bina Marga Jatim Agus Sutanto menjelaskan, penyebab Esensial kerusakan bukan berasal dari Bangunan jembatan. Melainkan akibat jebolnya cekdam Punya Balai Besar Kawasan Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang berada Tak jauh dari Posisi.

Menurut dia, kerusakan cekdam Membangun Aliran sungai menjadi lebih deras Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Arus tersebut kemudian mengikis sedimen tanah di Sekeliling pondasi hingga menyebabkan talud penahan ambrol pada 20 Mei Lewat.

“Endapan sungai hanyut, karena cekdam-nya rusak, jadinya Aliran deras dan merusak talud Sekeliling jembatan,” terang Agus, ditulis Rabu (17/6/2026).

Ketika ini, DPU Bina Marga Jatim tengah menyelesaikan proses administrasi sebelum pekerjaan fisik dimulai. Penanganan darurat akan difokuskan pada pembangunan kembali talud menggunakan bronjong Buat memperkuat area yang tergerus.

Selain itu, 3 groundsill juga akan dibangun di Sekeliling Aliran sungai dekat jembatan. Struktur tersebut difungsikan Buat mengurangi kecepatan Aliran air, sekaligus menjaga kestabilan dasar sungai agar Tak kembali menggerus area Sekeliling jembatan.

“Nanti kami sebar groundsill di beberapa titik, kami juga meminta BBWS Bengawan Solo memperbaiki cekdam di Aliran Rendah yang rusak itu,” terangnya.

Meski penanganan darurat segera dilakukan, Agus mengakui perbaikan permanen Jembatan Plapar Tetap menghadapi kendala ketersediaan anggaran. Karena itu, langkah yang diambil Ketika ini lebih difokuskan Buat mengamankan Bangunan dan memastikan jalur tetap dapat digunakan secara normal. Agus memastikan kondisi bentangan Esensial jembatan Tetap dalam keadaan Berkualitas dan Tak mengalami kerusakan struktural.

“Dengan penguatan talud dan pembangunan groundsill, fungsi jembatan Bisa kembali optimal Buat melayani arus kendaraan dari Ponorogo menuju Pacitan maupun sebaliknya,” pungkasnya. (end/but)