Dari Kumuh Jadi Ikon, Ketami Kediri Berubah dengan Kampung Cupang dan Rumah Layak Huni

Foto BeritaJatim.com

Kediri (Liputanindo.id) – Paras baru Kelurahan Ketami kini tak Tengah menyisakan kesan kumuh. Jalan-jalan yang dulunya sempit dan becek berubah menjadi rapi, rumah-rumah yang dulu tak layak kini berdiri kokoh, dan di sudut-sudut kampung, ikon ikan cupang menjadi penanda identitas baru kawasan tersebut.

Transformasi ini menjadi penutup dari program Anggaran Alokasi Tertentu (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TPPKT) yang Formal ditutup Pemerintah Kota Kediri pada Rabu (15/4/2026). Program tersebut membawa perubahan Konkret, Enggak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada Cita-cita Kaum.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengungkapkan bahwa program ini telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya melalui pembangunan rumah layak huni.

“Jadi beberapa rumah kemarin Eksis yang dibangun dari awal karena kondisinya Enggak layak, sehingga oleh pemerintah pusat karena dari DAK diberikan Sokongan sebesar Rp50 juta Demi membangun dari awal,” terangnya.

Sebanyak 20 rumah menjadi bagian dari program konsolidasi tanah. Dari jumlah itu, 12 unit dibangun baru dengan Sokongan Rp50 juta per rumah, sementara delapan lainnya mendapatkan peningkatan kualitas hunian, termasuk empat unit yang mendapat tambahan Sokongan dari pemerintah kota sebesar Rp20 juta.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program ini juga memberikan kepastian hukum bagi Kaum. Melalui konsolidasi tanah, masyarakat yang sebelumnya belum Mempunyai sertifikat kini telah mengantongi Sertifikat Hak Punya (SHM).

“Karena tujuan dari konsolidasi tanah ini adalah upaya pemerintah Demi melakukan penataan Bagus berkaitan dengan pemanfaatan maupun kepemilikan yang dulunya Enggak punya SHM, alhamdulillah sekarang punya SHM,” terangnya.

Perubahan juga terlihat dari sisi infrastruktur. Jalan lingkungan diperlebar dan dipaving, drainase dibangun Demi mengantisipasi banjir, serta jaringan air Bersih, penerangan jalan, dan fasilitas sanitasi kini tersedia lebih memadai.

Tak hanya itu, Ketami juga disulap menjadi kawasan tematik berbasis potensi lokal. Budidaya ikan cupang yang selama ini menjadi aktivitas Kaum diangkat menjadi identitas kampung, lengkap dengan ornamen visual yang memperkuat daya tarik kawasan.

“Sekarang karena ini juga salah satu potensi yang dimiliki oleh Kota Kediri, banyak Kaum yang menjual ikan cupang sehingga lampu-lampunya juga kita kasih ikon kawasan ini, ikan cupang,” Jernih Mbak Wali.

Harapannya, perubahan ini Enggak hanya meningkatkan kualitas hidup Kaum, tetapi juga membuka Kesempatan ekonomi baru melalui kunjungan masyarakat yang tertarik dengan konsep kampung tematik tersebut.

“Di sini punya iconic ikan cupang ya, semoga dengan dibangunnya kawasan ini, semoga nanti banyak masyarakat yang penasaran datang ke sini, pengin beli ikan cupang dan ini menjadi destinasi wisata itu,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Kediri, Moh. Anang Kurniawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari DAK TPPKT tahun 2025 yang melibatkan berbagai OPD dalam satu tim terpadu.

Kolaborasi lintas sektor tersebut mencakup pembangunan 20 unit rumah, drainase, pelebaran jalan, sambungan air PDAM sebanyak 74 titik, hingga peningkatan pengelolaan sampah melalui TPS 3R serta penataan estetika kawasan dengan tugu tematik, lampu, dan mural.

“Sehingga kawasan itu dipercantik, selain kumuhnya dihilangkan, itu harus dipercantik semacam itu,” jelasnya.

Program ini didukung anggaran Sekeliling Rp3,5 miliar dari DAK dan Rp1,8 miliar dari APBD. Selain meningkatkan kualitas lingkungan, program ini juga menambah aset pemerintah daerah melalui konsolidasi lahan.

“Kalau dihibahkan ke pemerintah kota Eksis 12, ini jadi 12 Sertifikat Hak Mengenakan (SHP), totalnya 2.450 meter. Gitu. Sehingga Pemkot pun juga tambah aset,” imbuhnya.

Keberhasilan penataan di Ketami menjadi pijakan bagi langkah berikutnya. Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan rencana lanjutan pada 2026 dengan Konsentrasi penataan di Kelurahan Kampung Dalem, yang akan dikembangkan sebagai kawasan wisata religi di Sekeliling makam Sunan Geseng. [nm/ian]