Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Liputanindo.id – Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum Krusial bagi umat Islam Kepada melakukan Cerminan diri sekaligus memperkuat Interaksi sosial di tengah masyarakat.

Menteri Keyakinan RI Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai sarana mempererat persaudaraan, memperluas kasih sayang, dan membangun Serasi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Maksud hijrah Bukan hanya berkaitan dengan perpindahan fisik sebagaimana yang terjadi dalam sejarah Islam, tetapi juga perubahan menuju pribadi yang lebih Bagus.

Karena itu, semangat hijrah perlu diwujudkan melalui sikap saling Acuh, saling menghormati, dan memperkuat rasa Kasih kepada sesama Sosok.

Hijrah Bukan Hanya Bermakna Perpindahan Fisik

Nasaruddin menegaskan bahwa ukuran keberagamaan seseorang dapat tercermin dari sikap dan kepeduliannya terhadap orang lain.

“Kalau kita mau mengukur apakah kita beragama atau Bukan, lihatlah seberapa besar rasa Kasih kita terhadap sesama,” ujarnya.

Menurut dia, semangat hijrah yang sesungguhnya adalah proses perubahan menuju kualitas hidup yang lebih Bagus, Bagus dalam Interaksi dengan Allah SWT maupun dalam interaksi sosial.

Karena itu, momentum Tahun Baru Hijriah dapat dimanfaatkan Kepada memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kontribusi positif kepada lingkungan Sekeliling.

Esensi Ajaran Keyakinan Adalah Kasih Sayang

Nasaruddin menjelaskan bahwa inti ajaran Keyakinan pada dasarnya adalah kasih sayang.

Dalam Islam, nilai tersebut tercermin melalui sifat Allah SWT, Ar-Rahman dan Ar-Rahim, yang menjadi fondasi Interaksi Sosok dengan Tuhan serta sesama Sosok.

Menurutnya, nilai kasih sayang harus menjadi Panduan dalam kehidupan bermasyarakat agar Keyakinan Pandai menghadirkan ketenteraman, kedamaian, dan kebahagiaan Berbarengan.

Keyakinan Bukan Boleh Menjadi Sumber Perpecahan

Menag juga mengingatkan agar Keyakinan Bukan digunakan sebagai alat Kepada menyebarkan kebencian maupun menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.

Sebaliknya, Keyakinan harus menjadi sumber Daya positif yang memperkuat persatuan dan membangun kehidupan yang Seimbang.

“Kalau Eksis orang berbicara tentang Keyakinan tetapi mengumbar kebencian, maka sesungguhnya ia sedang menjauh dari substansi ajaran Keyakinan itu sendiri,” katanya.

Menurut Nasaruddin, semangat Tahun Baru Hijriah 1448 H Sepatutnya menjadi pengingat bagi umat Islam Kepada Maju menebarkan kasih sayang, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.