Tim Redaksi Liputanindo | Jakarta, 2026-07-03
Pernahkah Anda melihat pertandingan yang menggabungkan kelincahan voli dengan tendangan akrobatik ala sepak bola? Itu adalah Sepak Takraw, olahraga tradisional Asia Tenggara yang populer di berbagai negara termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Filipina.
Nama ‘Sepak Takraw’ berasal dari gabungan dua bahasa: kata ‘Sepak’ dalam Bahasa Melayu yang berarti ‘menendang’, dan ‘Takraw’ dalam Bahasa Thailand yang merujuk pada ‘bola rotan anyaman’. Olahraga ini pertama kali disahkan setelah pertandingan antara Malaysia dan Thailand di Kuala Lumpur pada tahun 1960.
Sebelumnya, di Malaysia, olahraga ini dikenal sebagai Sepak Raga Jaring. Istilah ‘jaring’ ditambahkan oleh Hamid Mydin di Penang pada tahun 1945 untuk membedakan dari permainan tradisional yang tidak menggunakan jaring.
Sepak Takraw, juga dikenal sebagai ‘Bola Voli Tendangan’, dimainkan oleh dua hingga empat pemain dalam satu tim di lapangan yang menyerupai lapangan bulu tangkis. Pemain hanya boleh menggunakan kaki, lutut, bahu, dada, dan kepala untuk memukul bola melewati jaring.
Secara internasional, olahraga ini diatur oleh Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF) yang dibentuk pada tahun 1988. Di berbagai negara, olahraga ini memiliki nama lokal seperti Sepak Raga di Indonesia dan Brunei, Sipa di Filipina, Chinlone di Myanmar, serta Takraw di Thailand.
Asal usulnya berasal dari Malaysia sekitar 500 tahun lalu dan populer di kalangan kerajaan pada abad ke-15. Permainan ini menyebar ke Indonesia dengan nama Sepak Raga sekitar abad ke-16, kemudian mulai populer di seluruh Asia Tenggara pada 1940-an ketika aturan formal mulai dibentuk.
Tim dan posisi dalam sepak takraw meliputi Tekong (server), Killer (striker), dan Feeder (pengumpan). Bola yang digunakan terbuat dari rotan atau sintetis, lebih kecil dan ringan daripada bola sepak biasa. Lapangan berukuran 13,4 x 6,1 meter dibagi dua oleh jaring setinggi sekitar 1,52 meter (pria) atau sedikit lebih rendah (wanita).
Servis dimulai oleh Tekong dan bola harus melewati jaring tanpa menyentuh bagian bawah. Poin diperoleh jika bola berhasil mendarat di area lawan. Pertandingan terdiri dari dua set dan dimenangkan oleh tim pertama yang mencapai 21 poin.
Pelanggaran dalam sepak takraw meliputi double hit (sentuhan ganda oleh satu pemain), bola keluar lapangan, menyentuh jaring, dan illegal hit (menggunakan tangan atau bagian tubuh terlarang).
