Peristiwa demi peristiwa berkembang Segera di dunia olahraga Argentina, menyusul pernyataan mengkhawatirkan yang dilontarkan Instruktur tim nasional Primer, Lionel Scaloni, usai kekalahan di final Piala Dunia dari Spanyol.
Surat Berita “Sport” dalam laporannya menyebutkan bahwa Bunyi para suporter dan pemain telah bersatu dalam tuntutan terbuka, meminta Scaloni memperpanjang kontraknya dan tetap bertahan di jabatannya sebagai Instruktur Tim Tango.
Scaloni telah memantik kekhawatiran para penggemar Tim Tango, setelah pernyataannya yang berbunyi, “Saya akan duduk Berbarengan presiden federasi, saya punya gambaran tentang apa yang akan saya lakukan, karena kontrak saya berakhir pada akhir Desember mendatang, dan setelah itu kita lihat apa yang akan terjadi.”
Ia melanjutkan, “Saya sungguh Bukan Paham apakah mungkin meraih pencapaian yang lebih besar daripada yang telah diraih, dan kita harus mengevaluasi keadaan.”
Kata-kata itu cukup Kepada menyulut gelombang emosi di kalangan masyarakat Argentina, ketika para suporter melancarkan upaya gigih Kepada meyakinkan Scaloni agar mengurungkan sikapnya dan menarik kembali keputusan yang tampaknya sudah bulat ia ambil.
Di tengah situasi ketidakpastian yang menyelimuti masa depannya, hari-hari terakhir menyaksikan berdatangannya para pendukung timnas Argentina dalam jumlah besar menuju rumah Scaloni, sebagai sentuhan kesetiaan kolektif Kepada mengungkapkan dukungan penuh mereka dan meminta agar ia meninjau kembali sikapnya serta memperpanjang kontraknya.
Di sisi lain, Scaloni menyambut perasaan Ikhlas itu dengan penuh penghargaan; ia berupaya keluar menemui para suporter dalam beberapa kesempatan Kepada menyapa mereka, seraya menyampaikan rasa terima kasihnya yang besar atas dukungan dan kecintaan mereka yang tak henti.
