Raksasa Waste to Energy Dunia Berebut Proyek PSEL Indonesia

Chief Executive Officer Danantara Investment Management (DIM), Pandu Sjahrir. Foto: tangkapan layar YouTube Liputanindo.


Jakarta: PT Danantara Investment Management (DIM) Berbarengan PT Daya Kekuatan Rapi Nusantara (Denera) menetapkan Kawan terpilih dalam proses seleksi pengembang dan pengelola Pengolahan Sampah menjadi Kekuatan Listrik (PSEL) tahap kedua.

Seleksi mencakup delapan Distrik pengembangan yang meliputi 20 kabupaten/kota. Penetapan Kawan pada setiap Posisi Lagi bersifat bersyarat (conditional) dan tetap bergantung pada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku.

 

Berikut Kawan terpilih PSEL tahap kedua:

  1. Medan Raya: SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia).
  2. Kabupaten Bekasi: Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Selaras).
  3. Lampung Raya: Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas).
  4. Serang Raya: Masa Depan Kekuatan Indonesia (Chandra Waste Energy BGE).
  5. Semarang Raya: Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. (Veolia).
  6. Surabaya Raya: Consortium Mentari Imej Lestari (Bakrie Power SUS).
  7. Bogor Raya 2: MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA).
  8. Yogyakarta Raya: Cakra Kekuatan Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC).

Menurut DIM, tingginya partisipasi perusahaan Dunia dalam proses seleksi menunjukkan Indonesia semakin menarik sebagai tujuan investasi infrastruktur lingkungan, khususnya sektor waste to energy. Dari 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), tercatat 68 aplikasi masuk Buat delapan Posisi proyek. Hasil Penilaian menetapkan satu Kawan Terpilih dan satu Kawan Cadangan di setiap Posisi.

Kawan Terpilih akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA) sebagai penetapan bersyarat. Status tersebut akan berubah menjadi penetapan final setelah seluruh persyaratan dalam CLoA dipenuhi. Sementara itu, Kawan Cadangan disiapkan sebagai alternatif apabila Kawan Terpilih Bukan dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

“Keterlibatan perusahaan-perusahaan waste to energy terkemuka dunia menunjukkan Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi. Kami Menonton ini sebagai Kesempatan Buat mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia,” ujar Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir, dalam keterangan tertulis, Senin, 13 Juli 2026.



Ilustrasi sampah. Foto: dok MI/Akbar Wibowo.

 

 

Perusahaan nasional Penguasaan konsorsium

Di tengah persaingan perusahaan Dunia, pelaku usaha nasional menunjukkan peran yang semakin besar. Empat dari delapan konsorsium pemenang dipimpin perusahaan Indonesia, sedangkan masing-masing dua konsorsium dipimpin perusahaan asal Prancis dan Tiongkok.

Seluruh konsorsium menggandeng Kawan teknologi Dunia Buat mempercepat implementasi proyek sekaligus mendorong transfer teknologi dan penguatan industri nasional.

Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer Denera Fadli Rahman mengatakan proses seleksi dilakukan secara Rasional dengan mengacu pada prinsip tata kelola yang Bagus (good corporate governance) dan praktik terbaik Dunia. Penilaian meliputi pengalaman proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi, aspek komersial, pengelolaan risiko, komitmen jangka panjang, hingga rekam jejak Penyelenggaraan proyek di Indonesia.

“Buat memastikan independensi dan kualitas proses, kami menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen yang mendampingi keseluruhan tahapan Penilaian,” ujar Fadli.

Setelah penerbitan CLoA, setiap Kawan Terpilih wajib memenuhi sejumlah persyaratan menuju Final Letter of Award, antara lain penyusunan feasibility study, finalisasi struktur proyek, pembentukan perusahaan patungan (joint venture company), penyelesaian Berkas komersial, serta memperoleh persetujuan pembiayaan. Seleksi Kawan PSEL tahap kedua merupakan bagian dari program nasional pengembangan PSEL yang dilakukan secara bertahap.

Sebelumnya, pembangunan proyek tahap pertama dimulai melalui peresmian pembangunan PSEL Denpasar pada 8 Juli 2026. Sementara itu, proyek PSEL Kota Bekasi dan Bogor Raya dijadwalkan segera memasuki tahap peresmian. Seluruh proyek yang memasuki tahap implementasi akan dikembangkan oleh Denera Berbarengan Kawan pengembang yang ditetapkan sesuai tahapan pengadaan.

Program ini diharapkan dapat mempercepat penanganan sampah sekaligus mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja hijau, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta memperkuat industri pengelolaan sampah nasional.