Dorong Kemandirian Ekonomi, Desa Wonorejo Wates Kediri Sinergikan BUMDes dan Koperasi Merah Putih

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Berita

  • Pengalihan Anggaran Desa: Pemerintah Desa Wonorejo mengalihkan Sekeliling 70 persen Anggaran desa ke program Penemuan Koperasi Merah Putih guna memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.
  • Pasar Desa Jadi Unggulan: BUMDes Wonorejo sukses mengelola berbagai unit usaha yang Bisa menyerap 37 tenaga kerja lokal, dengan unit Pasar Desa sebagai ikon Primer.
  • Sasaran Program Pamsimas: Konsentrasi infrastruktur tahun ini menyasar pada perluasan layanan air Rapi Pamsimas berkualitas air minum, dari 30 titik menjadi 100 sambungan rumah.
  • Rencana Pasar Sapi Baru: Sukses menjadi tuan rumah Kontes Ternak Sapi se-Kabupaten Kediri memicu rencana pembentukan pasar sapi desa secara berkala pada hari pasaran Jawa.

Kediri (Liputanindo.id) – Pemerintah Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri Lanjut memperlihatkan komitmennya dalam membangun kedaulatan ekonomi dari tingkat akar rumput. Melalui Penemuan berbasis Badan Usaha Punya Desa (BUMDes) dan penguatan program nasional Koperasi Merah Putih, desa ini Konsentrasi menciptakan ekosistem finansial yang Sendiri dan berkelanjutan bagi warganya.

Langkah ini bukan hal baru bagi Wonorejo, mengingat pada tahun 2021 silam, desa ini sempat menobatkan diri sebagai satu-satunya desa Sendiri di Kabupaten Kediri berkat kesuksesan program “Kampung Petarung” sebuah kawasan sentral penghasil telur yang produktif.

Kepala Desa Wonorejo, Agus Setyoko, menjelaskan bahwa sejarah kesuksesan tersebut menjadi pelecut semangat Demi melakukan lompatan Penemuan yang lebih besar.

“Kita mengambil kampung Petarung, adalah kampung penghasil telur horn sebetulnya. Kami Eksis peternakan di sini dulu itu Sekeliling 5.000 ekor. Dalam per hari, Pendapatan kita telurnya Sekeliling 12 ton. Nah, itu kita ambil, itu ikon desa kami yang kita kembangkan di sana,” kenangnya.

Kini, dengan adanya arah kebijakan baru, Pemerintah Desa mengambil langkah strategis dengan mengalihkan Sekeliling 70 persen Anggaran desa Demi menyokong program Penemuan Koperasi Merah Putih.

Pengalihan Anggaran tersebut dinilai sebagai momentum emas Demi memperluas jangkauan unit usaha yang dikelola oleh BUMDes. Hingga Demi ini, BUMDes Wonorejo telah Mempunyai portofolio bisnis yang cukup Berbagai Ragam dan berkembang pesat, antara lain:

Pasar Desa (Unit Unggulan)
Pasar Hewan Tertentu Kambing
Bursa Sepeda Motor dan Mobil Second
Pengolahan Sampah Terpadu (TPS 3R)
Penyewaan Kios Desa
Loket Layanan Pembayaran Multi-tagihan (Listrik dan Air)

Seluruh unit usaha ini Kagak sekadar menyumbang Pendapatan Asal Desa (PADes), tetapi juga berfungsi sebagai penyerap tenaga kerja lokal. Demi ini, tercatat sebanyak 37 Anggota setempat Formal menggantungkan mata pencariannya sebagai karyawan di berbagai unit usaha BUMDes tersebut.

“Seluruh Berkualitas, tapi yang paling unggul adalah pasar desa, ya. Dapat saya sebut sebagai ikon desa, ya,” imbuh Agus bangga.

Air Rapi hingga Rencana Pasar Sapi Baru
Kagak berhenti di situ, program prioritas tahun ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar yang bernilai ekonomi, yakni pengembangan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Layanan air Rapi yang dikelola langsung oleh BUMDes ini telah Mempunyai 30 titik sambungan rumah dan ditargetkan menembus 100 sambungan dalam waktu dekat.

Istimewanya, dari hasil uji klinis, air yang dialirkan terbukti Mempunyai kualitas air minum yang Terjamin dikonsumsi langsung tanpa mengesampingkan Elemen kesehatan publik.

Di sektor peternakan, Desa Wonorejo juga tengah bersiap memperluas cakupan pasar hewan dengan menambah komoditas sapi. Rencana ini muncul setelah Memperhatikan besarnya potensi lokal pasca Desa Wonorejo sukses didapuk menjadi tuan rumah gelaran Kontes Ternak Sapi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri beberapa waktu Lewat.

“Kami Ingin dengan adanya kontes ternak di Kabupaten Kediri terutama, saya Ingin nanti ini setiap Pon atau Kliwon atau Legi nanti, kita Eksis pedagang sapi di sini, sehingga di desa kami nanti komplit,” harapnya.

Agus juga menepis kekhawatiran bahwa Pengembangan agresif Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan mematikan lini usaha BUMDes yang sudah berjalan. Sebaliknya, ia menegaskan kedua entitas ekonomi ini akan berjalan beriringan lewat skema kolaborasi hulu ke hilir yang saling menguntungkan.

“Usaha antara Koperasi Desa Merah Putih dengan BUMDes Kagak berbentur. ‘Pak, pasar desa kuwi iki engko berarti ya kalah lo dengan Kopdes,’ Kagak. Kalau Dapat kerja sama no. Jadi pasar desa kulakan di Koperasi Merah Putih. Jadi saling kerja sama. Itu yang kita kembangkan di tahun ini,” pungkas Agus optimistis. [nm/kun]