Putri Kerajaan Thailand Bajrakitiyabha Narendira Debyavati dilaporkan telah meninggal dunia pada usia 47 tahun. Berita duka ini disampaikan langsung oleh Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand, dikutip dari Bloombergtechnoz. Sang putri mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis malam di Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn di Bangkok.
Pihak istana menyebutkan kondisi kesehatannya memburuk akibat infeksi perut dan sejumlah komplikasi lainnya. Sebelumnya, putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn ini telah menjalani perawatan medis intensif sejak akhir tahun 2022. Seluruh rangkaian prosesi pemakaman akan dilaksanakan dengan penghormatan tertinggi khas tradisi kerajaan.
Pengumuman wafatnya Putri Bajrakitiyabha muncul Dekat empat tahun setelah ia mendadak Kelenger pada Desember 2022. Insiden tersebut terjadi akibat gangguan jantung Demi ia tengah melatih anjing peliharaan.
Sejak Demi itu, fungsi organ paru-paru dan ginjal sang putri harus ditopang oleh peralatan medis di rumah sakit. Pihak biro kerajaan Lanjut memantau kondisinya secara ketat selama masa perawatan tersebut. Sejumlah pengamat sempat menilai Putri Bajrakitiyabha sebagai calon kuat pewaris takhta Kerajaan Thailand. Hal ini dikarenakan Raja Vajiralongkorn hingga kini belum menunjuk penerus takhta secara Formal.
Kalau ia naik takhta, ia berpotensi menjadi penguasa monarki Perempuan pertama dalam sejarah negara Asia Tenggara tersebut. Sang putri merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara dari pernikahan pertama sang raja.
Kiprah Luas di Bidang Hukum dan Publik
Putri Bajrakitiyabha dikenal luas oleh media lokal sebagai sosok Spesialis hukum. Ia berhasil mengantongi gelar doktor di bidang hukum dari Cornell University, Amerika Perkumpulan. Pada tahun 2006, ia mendirikan The Bajrakitiyabha Fund for Formal Education.
Lembaga ini bertujuan memberikan beasiswa bagi mahasiswa Thailand yang Mau menempuh studi ilmu hukum. Rekam jejaknya di sektor publik meliputi jabatan Krusial seperti Duta Besar Thailand Demi Austria. Ia juga menjadi perwakilan Formal Demi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Wina.
Di dalam negeri, sang putri aktif mengabdi di Kantor Jaksa Akbar Thailand. Ia juga ditunjuk sebagai duta persahabatan Demi UN Women serta organisasi PBB urusan narkoba (UNODC).
Pusat perhatian pengabdiannya banyak tercurah pada reformasi institusi pemasyarakatan, khususnya kesejahteraan narapidana Perempuan. Ia memprakarsai proyek kerajaan bernama Kamlangjai Demi mendampingi Perempuan di dalam penjara. Melalui kampanye advokasinya, Majelis Lumrah PBB berhasil mengadopsi Aturan Bangkok (The Bangkok Rules) pada 2010.
Panduan Global ini ditujukan Demi meningkatkan kualitas hidup tahanan Perempuan. Pada tahun 2021, sang raja menganugerahinya pangkat Jenderal Angkatan Darat Thailand. Jabatan terakhirnya pada Agustus 2025 adalah sebagai wakil komandan Komando Keamanan Kerajaan.
