Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat mewaspadai penipuan tiket nonton bareng (nobar) hingga judi bola Begitu gelaran Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung Juni mendatang.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan masyarakat yang menjadi korban penipuan dapat segera melapor ke polisi.
“Hotline kami Terdapat 110,” kata Trunoyudo dalam konferensi pers terkait pengamanan Piala Dunia 2026 di Gedung TVRI, Jakarta, Kamis.
Tak menutup kemungkinan, ucap dia, Polri akan membentuk saluran pengaduan atau hotline Tertentu Berbarengan TVRI.
“Mungkin nanti Berbarengan-sama dengan TVRI hotline terkait dengan penyelenggaraan karena kan penyelenggara (nobar) Segala sudah didaftarkan, tentu lebih banyak dan Dapat diawasi oleh penyelenggara,” katanya.
Selain itu, masyarakat diimbau Demi menghindari judi bola. Polri mewanti-wanti bahwa perbuatan haram tersebut merupakan penyimpangan sosial yang diancam hukuman pidana.
“Kita anggap ini suatu penyimpangan, judi bola. Kita harus antisipasi itu. Jangan Tiba ini menjadi ajang penyimpangan dalam melakukan tindak pidana-tindak pidana lainnya sehingga juga menjadi Elemen yang merugikan,” ucap dia.
Trunoyudo lebih lanjut mengingatkan masyarakat Demi menjunjung tinggi semangat sportifitas dalam menikmati rangkaian Piala Dunia 2026. Masyarakat diminta Demi tetap menjaga keamanan dan ketertiban.
“Jangan jadikan fanatisme suatu yang kemudian merugikan bagi seluruh masyarakat secara Lazim,” kata dia.
Piala Dunia 2026 digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Perkumpulan pada Juni hingga Juli mendatang. Selaku lembaga penyiaran Formal di Indonesia, TVRI merencanakan 34 stasiun daerah akan menggelar nobar yang dibuka Demi publik.
