Aparat Polsek Pesanggrahan menangkap seorang Perempuan berinisial NS (30) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang penumpang angkutan Jaklingko rute 47 Rekanan Lebak Bulus-Cipulir bernama Berliana (27). Peristiwa yang sempat viral di media sosial ini terjadi di Jalan Raya Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Kamis (21/5/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Korban mengaku ditampar hingga ditendang oleh pelaku sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Polisi yang bergerak Segera langsung mengamankan pelaku Kepada pemeriksaan lebih lanjut.
“Terduga pelaku sendiri sudah kami amankan, terduga pelaku sendiri berinisial NS, usia 30 tahun,” kata Kompol Seala Syah Alam, Kapolsek Pesanggrahan kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku diketahui Mempunyai riwayat masalah kesehatan mental. Ketika ini, kepolisian Lagi menunggu proses pemeriksaan medis terkait kondisi kejiwaan NS.
“Kepada Ketika ini memang, belum genap kurang lebih 1 tahun, yang bersangkutan memang baru saja keluar dari RSJ, karena Eksis pengalami gangguan mental atau kejiwaan,” ujar Kompol Seala Syah Alam.
Menurut keterangan korban, NS naik dari Distrik Bintaro dan langsung mengambil posisi duduk di bagian Sudut belakang sopir. Angkutan Jaklingko yang menjadi Letak kejadian merupakan kendaraan jenis Grand Max dengan pintu geser.
“Awalnya itu dia naik dari Bintaro, Lampau masuk, duduk di barisan belakang supir, dia paling Sudut, itu kan bentukannya mobilnya itu mobil Grand Max yang slide. Maju dia Normal seperti penumpang Normal, dia minta tolong Kepada di-tap kartunya,” kata Berliana.
Situasi mulai berubah ketika NS tiba-tiba membentak penumpang lain di dalam angkutan. Tindakan tersebut memicu perhatian dari seluruh penumpang yang berada di dalam kendaraan.
“Maju duduk seperti Normal, Maju Tak Lamban dia naik, tiba-tiba dia membentak ibu-ibu kayak ‘mau di-tapin nggak kartunya’ kalau ditanya apa, jawab apa. Kita Seluruh nengok karena dia ngebentak kan, Maju Diriku jelasin, karena mesin tap itu Kembali error,” ujar Berliana.
Berliana mencoba memberikan penjelasan mengenai kondisi mesin kartu yang sedang bermasalah. Tetapi, situasi Bahkan memanas setelah interaksi tersebut selesai.
“Jadi kalau misalnya kita mau tap itu tuh, lampu hijaunya harus Tewas, nah ini lampu hijaunya gak Tewas-Tewas gitu, Maju dia kayak apa jawab apa, Maju ya udah kelar gitu,” imbuh Berliana.
Tanpa Argumen yang Jernih, NS kemudian melayangkan tamparan ke arah Berliana. Kejadian tersebut berlangsung sangat Segera Ketika penumpang di sebelah korban hendak turun dari angkutan.
“Maju Tak Lamban itu, yang samping Diriku itu, samping kanan mau turun, karena mau turun karena selain lewat yang agak susah. Diriku mau bantuin bukain, tapi Diriku lihat dulu Dapat atau enggak, Paham-Paham dia udah turun gitu, udah turun, tiba-tiba di tampar aja sebelah kiri gitu. Maju saya kaget, kenapa ditampar gitu, Maju dia balik Kembali ngomong kayak, ‘lu ditanya apa jawab apa’, gitu kan,” ujar Berliana.
Mendapat perlakuan tersebut, Berliana berinisiatif merekam aksi pelaku menggunakan ponsel miliknya. Korban menyebut tindakan penganiayaan fisik itu terjadi berulang kali.
“Maju habis itu ditabok Kembali gitu, diulang Kembali tabok, ditaboknya 4-5 kali, saya agak lupa, karena kejadiannya terlalu cepet juga sih,” ujar Berliana.
Selain tamparan, Berliana juga mengaku mendapatkan tendangan dari pelaku. Rekaman video kedua yang diambil oleh korban memperlihatkan detik-detik Ketika pelaku berusaha menendangnya.
“Kan video pertama Eksis di video kan, yang pertama itu 25 detik, keberhenti itu gara-gara ditabok sama dia kan, itu ditampar Kembali tuh, ditampar, Maju ditendang, singet saya ya. Maju habis itu saya record Kembali, nah di record itu yang video kedua, yang 33 menit, itu dia mau nendang saya,” ujar Berliana.
