Polisi Selidiki Kasus Viral Calo Tenaga Kerja Minta Fulus Rp 9 Juta di Serang

Kasus dugaan penipuan lowongan pekerjaan kembali mencuat setelah sebuah rekaman Bunyi yang melibatkan calo tenaga kerja viral di media sosial. Calo tersebut kedapatan meminta sejumlah Fulus kepada pelamar kerja dengan iming-iming agar Bisa segera diterima bekerja di salah satu pabrik yang beroperasi di Kawasan Kabupaten Serang, Banten. Dalam rekaman yang beredar luas di jagat maya, terdengar Bunyi seseorang yang diduga kuat bertindak sebagai calo.

Dirinya menginstruksikan kepada calon pekerja Kepada segera menyerahkan Fulus pelicin bersamaan dengan berkas lamaran mereka. “Nong Siti, besok emaknya Perintah itu ya. Perintah bawa uangnya itu ya.

Soalnya lamarannya mau disetorin ke kantornya itu plus sama duitnya besok,” kata calo tenaga kerja dalam rekaman Bunyi yang beredar.

Oknum ini berusaha meyakinkan korbannya dengan memberikan jaminan bahwa proses seleksi akan berjalan mulus. Ia bahkan sesumbar akan mengembalikan Fulus setoran secara utuh apabila pelamar kerja tersebut gagal bekerja di tempat yang dituju.

“Tenang aja, jangan khawatir kalau bakal duitnya enggak balik. Kalau enggak masuk nanti dibalikin, saya jaminannya ya, tapi kalau udah lamaran udah masuk, duit udah masuk, itu udah Niscaya masuk,” ucapnya. Berdasarkan narasi yang berkembang di media sosial, korban yang berniat melamar pekerjaan tersebut diminta menyetorkan Fulus hingga mencapai Rp 9 juta. Tetapi, modus penipuan ini disinyalir berlanjut dengan pemecatan sepihak setelah korban baru bekerja dalam waktu yang sangat singkat.

Menanggapi peristiwa tersebut, pihak kepolisian langsung mengambil langkah Segera Kepada mengusut kebenaran informasi. Seperti dilansir dari Detikcom, Kapolsek Cikande AKP Fredo Leonard menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah melakukan pendalaman intensif di lapangan. “Kami belum menerima laporan Formal terkait kasus yang sedang viral tersebut. Tetapi Begitu ini kami sudah membentuk dua tim Kepada melakukan penelusuran dan pendalaman informasi,” ujar AKP Fredo kepada wartawan.

Aparat kepolisian Begitu ini telah diterjunkan ke Letak perusahaan yang disebutkan dalam unggahan viral Kepada melakukan Penerangan. Di samping itu, tim lain juga bergerak melacak keberadaan korban guna mengumpulkan keterangan dan bukti yang lebih komprehensif. Pihak berwajib pun mengimbau kepada masyarakat luas, khususnya yang merasa menjadi korban dari aksi percaloan ini, Kepada segera mengambil tindakan hukum formal.

Langkah ini dinilai Krusial agar penanganan kasus Bisa berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. “Kami mengimbau kepada korban atau pihak yang merasa dirugikan agar segera Membangun laporan Formal ke kepolisian sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai Mekanisme hukum yang berlaku,” imbuhnya.