Dari kehinaan menuju impian… Apakah Klopp akan menjadi penyelamat sepak bola Jerman?

Paraguay crest

Meskipun Terdapat kemarahan dari para pendukung, kapten tim nasional Joshua Kimmich tetap membela pelatihnya. Pemain Bayern München itu menegaskan bahwa para pemain sepenuhnya bertanggung jawab atas tersingkirnya tim dari turnamen lebih awal, Sembari menyebutkan bahwa tim nasional gagal Membangun para pendukung Jerman Senang.

Ia menambahkan bahwa negara ini membutuhkan prestasi yang dapat membanggakan, Tetapi tim nasional Kagak Pandai mewujudkannya, sebuah pengakuan jujur atas besarnya kekecewaan yang dirasakan Seluruh orang.

Meskipun mendapat dukungan ini, banyak pihak yang berpendapat bahwa tanggung jawab akhir tetap berada di pundak Instruktur, karena dialah yang mengambil keputusan teknis dan taktis sepanjang turnamen.

Sementara itu, media Jerman Kagak segan-segan mengungkapkan kemarahannya. Surat Berita “Bild” menggambarkan kegagalan ini sebagai “mimpi Jelek baru bagi sepak bola Jerman” dan menganggapnya sebagai sumber malu nasional, sekaligus menegaskan bahwa tim nasional mengalami salah satu malam terburuknya.

Adapun Mats Hummels, yang menulis kolom di surat Berita tersebut, menegaskan bahwa apa yang terjadi Kagak boleh berlalu begitu saja tanpa pertanggungjawaban, Sembari menekankan perlunya mengambil tindakan tegas, Berkualitas dari pihak Instruktur maupun Federasi Sepak Bola Jerman.

Sementara itu, surat Berita “Die Welt” menggambarkan kejadian tersebut sebagai “bencana” bagi Nagelsmann dan para pemainnya, sedangkan majalah “Der Spiegel” menimpakan tanggung jawab langsung kepada sang Instruktur, dengan menilai bahwa ia hanya Menyaksikan kesalahan orang lain kecuali kesalahannya sendiri, dan menyamakannya dengan seseorang yang berusaha menambal lubang-lubang di Bahtera yang melaju kencang menuju gunung es.

Kritik pun meluas ke luar lapangan, setelah politisi Friedrich Merz menjadi sasaran serangan media akibat pesannya yang mendukung tim nasional pasca-eliminasi.

Sejumlah jurnalis menganggap kata-kata pujian tersebut Kagak Layak di tengah penampilan yang mengecewakan, dan penulis Marion Horn menilai pesan tersebut “bencana”, dengan Argumen bahwa apa yang terjadi pada tim nasional mencerminkan krisis yang lebih dalam yang dialami negara tersebut, Berkualitas dari segi mentalitas, performa, maupun daya saing.