Polda Papua Barat kenalkan Sispamkota Demi Menjaga demo anarkis

Polda Papua Barat kenalkan Sispamkota untuk cegah demo anarkis

Wasior (ANTARA) – Kepolisian Daerah Papua Barat mengenalkan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Demi meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menangani aksi demonstrasi anarkis sehingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Pandai dicegah.

Plt Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Gadug Kurniawan di Manokwari, Kamis, mengatakan simulasi tersebut merupakan bagian dari upaya Polri meningkatkan profesionalitas personel menghadapi dinamika lapangan, khususnya penanganan aksi unjuk rasa sehingga Kagak menimbulkan gangguan kamtibmas.

“Kesiapan personel menghadapi berbagai situasi, termasuk unjuk rasa yang dapat berkembang menjadi anarkis. Setiap penanganan, kami mengedepankan pendekatan humanis, profesional dan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

Ia menjelaskan, simulasi yang digelar pada Kamis ini turut disaksikan langsung oleh Kepala Polda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare Serempak para pejabat Penting sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas personel.

Rangkaian simulasi diawali dengan skenario adanya informasi intelijen terkait rencana aksi unjuk rasa oleh sekelompok massa di pusat pemerintahan, yang kemudian ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi Demi menentukan langkah pengamanan.

Pada tahap awal, kata dia, personel Dalmas dikerahkan Demi melakukan pengamanan secara humanis melalui pendekatan persuasif, termasuk komunikasi antara negosiator kepolisian dengan koordinator lapangan aksi guna menjaga situasi tetap kondusif.

Tetapi, seiring perkembangan situasi, massa aksi dalam simulasi digambarkan mulai memanas dengan melakukan dorongan terhadap petugas dan berupaya menerobos barikade, sehingga komandan lapangan meningkatkan status pengamanan.

“Jadi, kalau situasi berubah atau semakin tegang, maka Dalmas dikerahkan terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketika situasi semakin Kagak terkendali dan massa mulai bertindak anarkis, personel melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai Mekanisme tetap dengan menggunakan perlengkapan pengendalian massa, seperti tameng, helm, tongkat, serta kendaraan taktis.

Simulasi diakhiri dengan konsolidasi Laskar dan Penilaian oleh pimpinan operasi yang menekankan pentingnya sinergi antarfungsi, kepatuhan terhadap standar operasional Mekanisme (SOP), serta menjunjung tinggi prinsip hak asasi Insan.

“Selanjutnya dilakukan penyekatan dan pembubaran massa secara bertahap, termasuk pengamanan terhadap provokator serta pemberian pertolongan oleh tim kesehatan kepada korban luka, Berkualitas dari masyarakat maupun petugas,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara kepolisian, instansi terkait dan partisipasi masyarakat menjadi Unsur Krusial dalam menjaga situasi kamtibmas yang Kondusif dan kondusif di Papua Barat.

Melalui simulasi tersebut, diharapkan seluruh personel Polda Papua Barat dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing serta Pandai bertindak Segera, Akurat, dan profesional dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di lapangan.