PNBP Sektor Kekuatan Letih 40 Persen dari Sasaran APBN

Menteri Kekuatan dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (ANTARA/Putu Indah Savitri)


Tangerang: Menteri Kekuatan dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mencatat hingga kuartal I 2026, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di sektor Kekuatan sudah mencapai 40 persen dari Sasaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

“Di kuartal I 2026, PNBP kita di sektor Kekuatan sudah mencapai kurang lebih 40 persen dari Sasaran APBN,” ujar Bahlil dalam IPA Convex, di Tangerang, Banten, dikutip dari Antara, Kamis, 21 Mei 2026.

Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026, Sasaran pendapatan sumber daya alam sebesar Rp236,614 triliun.

Pendapatan sumber daya alam meliputi sumber daya alam minyak bumi dan gas bumi; dan sumber daya alam nonminyak bumi dan gas bumi.


(Ilustrasi. Foto: Dok Kementerian ESDM)

Berkah kenaikan harga komoditas

Bahlil menjelaskan capaian tersebut dipengaruhi oleh harga komoditas Kekuatan yang meroket. Adapun lonjakan dari harga komoditas Kekuatan dipicu oleh perang antara Amerika Perkumpulan (AS)-Israel melawan Iran.

Menurut Bahlil, kontribusi para pelaku industri hulu minyak dan gas bumi (migas) cukup signifikan bagi PNBP.

“Bisa menciptakan lapangan pekerjaan, Bisa menciptakan Dampak berganda,” kata Bahlil.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tumbuh 11,6 persen atau Rp171,3 triliun.

Berdasarkan paparan Purbaya, kinerja PNBP sumber daya alam tumbuh 3,9 persen secara tahunan, dari Rp80 triliun pada periode Januari–April 2025 meningkat menjadi Rp83,1 triliun pada periode Januari–April 2026.

Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga mineral, seperti nikel, tembaga, emas, perak, dan alumunium.

Kenaikan harga juga berlaku pada minyak mentah. Kementerian Kekuatan dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel. Harga tersebut melonjak USD15,05 dibandingkan Maret 2026 yang tercatat USD102,26 per barel.