Infrastruktur gas dan LNG harus dibangun Demi mendukung ketahanan Kekuatan dan transisi Kekuatan Indonesia
Denpasar (ANTARA) – PT. PLN Kekuatan Primer Indonesia (PLN EPI) memproyeksikan kebutuhan gas Demi pembangkit listrik nasional akan Lanjut meningkat hingga 2034 dengan Liquefied Natural Gas (LNG) dipastikan menjadi tulang punggung dalam menjaga pasokan Kekuatan dan mendukung transisi Kekuatan Indonesia.
Direktur Primer PLN EPI Rakhmad Dewanto dalam keterangannya di Denpasar, Senin mengatakan kebutuhan gas PLN diperkirakan tumbuh Sekeliling 4,5 persen per tahun.
Bahkan, kebutuhan LNG diproyeksikan meningkat signifikan Demi menutup penurunan pasokan gas pipa domestik sekaligus memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik nasional.
“Power sector diproyeksikan tumbuh paling tinggi Sekeliling 4,6-5,4 persen per tahun, didorong elektrifikasi di sektor transportasi, industri, residensial hingga pertumbuhan data center,” ujar Rakhmad dalam Lembaga 11th Annual LNG Supply, Transport & Storage Lembaga 2026 di Bali.
Ia menjelaskan, berdasarkan proyeksi McKinsey dan RUKN 2025, kontribusi kelistrikan terhadap kebutuhan Kekuatan Primer nasional diperkirakan meningkat dari 28 persen pada 2025 menjadi 38 persen pada 2035.
PLN memperkirakan produksi listrik nasional meningkat Dekat dua kali lipat dari 283,7 TWh pada 2024 menjadi Sekeliling 581–584 TWh pada 2034.
Meski bauran Kekuatan baru terbarukan Lanjut meningkat, gas Tetap menjadi penopang Primer keandalan sistem kelistrikan nasional.
Ia menjelaskan pada 2034, gas diproyeksikan menyumbang Sekeliling 18-23 persen bauran pembangkit listrik nasional atau setara 132,3 TWh, naik 2,3-2,7 kali lipat dibanding Demi ini.
Sejalan dengan itu, kebutuhan gas PLN diperkirakan naik dari 1.748 BBTUD pada 2026 menjadi 2.490 BBTUD pada 2034. Sementara kebutuhan kargo LNG meningkat dari 103 kargo menjadi 214 kargo pada periode yang sama.
Demi mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, PLN EPI memperkuat kontrak jangka panjang gas dan LNG, termasuk pengembangan berbagai infrastruktur strategis seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU), LNG carrier, Onshore Receiving Unit (ORU), serta pembangunan jaringan pipa gas nasional.
Sejumlah proyek yang tengah dikembangkan antara lain FSRU Jawa Barat 1 dan 2, FSRU Jawa Timur, FSRU Bali, hingga FSRU Cilegon.
Selain itu, pengembangan klaster LNG di Sumatera-Kalimantan, Sulawesi-Maluku, Papua Utara hingga Nusa Tenggara juga Lanjut dilakukan guna mendukung program gasifikasi pembangkit listrik di Daerah kepulauan.
Secara keseluruhan, PLN EPI menargetkan kapasitas regasifikasi mencapai 3.850 MMSCFD dengan kapasitas penyimpanan hingga 1,2 juta meter kubik.
Menurut Rakhmad, penguatan infrastruktur LNG bukan Tengah sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis Demi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dan memperkuat ketahanan Kekuatan nasional.
“Ini bukan Tengah pilihan. Infrastruktur gas dan LNG harus dibangun Demi mendukung ketahanan Kekuatan dan transisi Kekuatan Indonesia,” katanya.
