Peti Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Ditampilkan Perdana di Teheran

Peti jenazah mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ditampilkan ke hadapan publik Demi pertama kalinya di Grand Mosalla, Teheran, menjelang rangkaian upacara pemakaman Formal. Prosesi pra-pemakaman yang emosional ini dilaksanakan Tertentu bagi keluarga angkatan bersenjata dan staf kantor pemimpin tertinggi setelah penundaan akibat konflik bersenjata.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, momen bersejarah ini menandai awal dari penghormatan terakhir setelah almarhum wafat akibat serangan udara Amerika Perkumpulan dan Israel pada akhir Februari Lewat. Upacara berkabung yang sempat tertunda berbulan-bulan ini akhirnya dapat diselenggarakan menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran.

Otoritas kota dan panitia penyelenggara telah menyiapkan skenario matang Demi mengantisipasi kehadiran massa dalam jumlah besar. Upacara ini disebut-sebut akan menjadi salah satu momentum berkumpulnya masyarakat terbesar dalam sejarah ibu kota Iran.

Wali Kota Teheran, Alireza Zakani menyampaikan bahwa pemerintah kota bersiap menyambut prosesi tersebut sebagai “perkumpulan terbesar dalam sejarah ibu kota”.

Rangkaian Upacara penghormatan ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari penuh secara terbuka Demi masyarakat luas. Jenazah Personil keluarga Khamenei yang turut menjadi korban dalam serangan udara tersebut juga akan disemayamkan di Letak yang sama.

Juru bicara panitia Upacara pemakaman Khamenei, Iman Attarzadeh mengatakan bahwa acara tersebut menjadi kesempatan pertama bagi keluarga-keluarga terpilih dari mereka yang gugur dalam konflik Demi memberikan penghormatan terakhir.

Pemerintah Iran berharap momentum berkabung nasional ini dapat menyatukan seluruh elemen masyarakat di tengah situasi politik yang Elastis. Upacara perpisahan Formal bagi publik diagendakan berjalan selama akhir pekan.

Ketua Panitia, Ali Akbar Pourjamshidian menyatakan bahwa rangkaian acara itu dimaksudkan Demi “memperkuat persatuan nasional”.

Konflik yang dipicu oleh serangan pada 28 Februari tersebut sempat melumpuhkan aktivitas diplomatik dan domestik Iran. Kejelasan mengenai kondisi evakuasi jenazah sang pemimpin pada hari pertama perang hingga kini belum dirilis secara mendetail oleh otoritas terkait.