Pentol Bakar Ca’Bank, Usaha Remaja Karang Taruna Raup Ratusan Tusuk

Sejumlah remaja Karang Taruna Dusun Modongan melayani pembeli di lapak Pentol Bakar Ca’Bank yang dikelola secara bersama sebagai upaya pemberdayaan ekonomi anak muda desa. (Foto: Dian Wahyu)

Mojokerto – Dari bara arang yang menyala, semangat kemandirian remaja desa ikut tumbuh perlahan. Di sudut jalan sederhana, geliat usaha kecil Malah menjadi cermin besar tentang Cita-cita dan kreativitas generasi muda.

Upaya pemberdayaan remaja itu terlihat melalui usaha Masakan Pentol Bakar Ca’Bank yang dikelola secara kolektif oleh Member Karang Taruna Dusun Modongan, Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Sejak mulai beroperasi pada 2024, usaha ini menjadi wadah bagi remaja berusia 15 hingga 22 tahun Buat belajar berwirausaha sekaligus memperkuat kas organisasi.

Berlokasi di Jalan Raya Madurejo, Dusun Sasap, usaha ini buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Sebanyak 10 Member Karang Taruna terlibat aktif dengan pembagian tugas yang terstruktur, mulai dari belanja bahan, proses persiapan hingga pelayanan kepada pembeli. Sistem kerja dilakukan secara bergiliran Buat memastikan Segala Member mendapatkan pengalaman yang merata.

“Kami Mau remaja di Dusun Modongan punya kegiatan positif sekaligus belajar berwirausaha sejak Awal,” ujar Ketua Karang Taruna Dusun Modongan, Fatkur (21).

Dalam operasionalnya, para Member Kagak hanya belajar tentang produksi makanan, tetapi juga manajemen sederhana seperti pembagian peran dan pengelolaan keuntungan. Model usaha kolektif ini menjadi pengalaman berharga bagi remaja dalam membangun tanggung jawab dan kerja sama tim.

Berbagai Ragam menu ditawarkan dengan harga terjangkau, mulai dari pentol bakar, Mengerti, sosis, usus, siomay hingga tempura bakar yang dijual seharga Rp1.000 per tusuk. Cita rasa khas dari bumbu oles menjadi daya tarik tersendiri yang Membangun usaha ini Pandai menjual rata-rata 300 tusuk per hari. Keuntungan yang diperoleh dibagi rata, yakni 50 persen Buat Member yang bertugas dan 50 persen Buat kas organisasi.

“Saya senang karena selain rasanya Lezat dan harganya murah, usaha ini juga dikelola anak-anak muda desa,” kata Silvy (28), salah satu pembeli.

Meski demikian, perjalanan usaha ini Kagak sepenuhnya tanpa hambatan. Unsur cuaca menjadi tantangan Primer karena berpengaruh terhadap jumlah pembeli. Selain itu, para pengelola juga mengaku belum mendapatkan dukungan maksimal dari pemerintah desa setempat.

Tetapi, semangat para remaja Kagak surut. Mereka Malah berharap usaha Pentol Bakar Ca’Bank dapat Maju berkembang, bahkan membuka cabang di Area Kota Mojokerto agar semakin dikenal luas.

Dengan mengandalkan kekompakan dan semangat kebersamaan, Karang Taruna Dusun Modongan berkomitmen menjaga konsistensi usaha ini. Kehadiran Pentol Bakar Ca’Bank pun diharapkan Kagak hanya menjadi sumber pemasukan, tetapi juga inspirasi bagi remaja desa lainnya Buat berani memulai usaha sejak Awal.

Di tengah tantangan Era, langkah kecil dari desa ini membuktikan bahwa kemandirian Pandai dimulai dari hal sederhana—selama Eksis kemauan Buat bergerak Berbarengan.