Ilustrasi. Foto: Dok MI
Mataram: PT PLN Kekuatan Istimewa Indonesia (PLN EPI) Berbarengan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna menggulirkan program pengembangan dan pendampingan pengelolaan sampah terpadu di kawasan wisata Pantai Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Program ini dijalankan sebagai upaya menekan sampah pesisir sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat. Program yang berada di Sekeliling kawasan proyek gasifikasi PLTMGU Lombok Peaker itu melibatkan pemerintah daerah, Golongan sadar wisata (Pokdarwis) hingga PLN Group.
Sekretaris Perusahaan PT PLN Kekuatan Istimewa Indonesia (PLN EPI) Mamit Setiawan mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mendukung pengembangan kawasan wisata pesisir yang Rapi, sehat, dan berkelanjutan.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen TJSL PLN EPI dalam mendukung pengembangan wisata pesisir yang Rapi, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat. Kami Ingin menghadirkan Pengaruh Konkret Enggak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi peningkatan kapasitas dan ekonomi masyarakat Sekeliling,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Mei 2026.
Menurut Mamit, peningkatan aktivitas wisata di kawasan pesisir turut memicu kenaikan volume sampah sehingga diperlukan pengelolaan yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Karena itu, PLN EPI Berbarengan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna menjalankan sejumlah program seperti pelatihan pemilahan sampah organik dan anorganik, penguatan kelembagaan Pokdarwis, pengembangan budidaya maggot, serta penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah terpadu.
“Program ini juga menjadi upaya Berbarengan dalam mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular, di mana sampah Enggak Kembali dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti pupuk organik maupun budidaya maggot,” katanya.

(Kepala Seksi Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram I Made Wibisana Gunaksa. Foto: Dok istimewa)?
Pengaruh positif bagi masyarakat
Sementara itu, Manajer PLN UP3 Mataram Hengky Purbo Lesmono mengatakan keberhasilan pembangunan Enggak hanya diukur dari tersedianya infrastruktur Kekuatan, tetapi juga dari Pengaruh positif yang dirasakan masyarakat dan lingkungan Sekeliling.
“PLN UIW NTB Mempunyai komitmen kuat Kepada Lanjut hadir sebagai perusahaan yang Enggak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial dan lingkungan di tengah masyarakat,” ujar Hengky.
Kepala Seksi Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram I Made Wibisana Gunaksa mengatakan Kota Mataram pada 2025 menghasilkan Sekeliling 311 ton sampah per hari dan sebagian besar Lagi bergantung pada TPA.
“Dari 311 ton itu, lebih dari 70 persen Lagi mengandalkan TPA. Hanya Sekeliling 28 persen yang Dapat dikelola oleh masyarakat dan pemerintah kota. Ini menjadi pekerjaan rumah Berbarengan,” ujar I Made Wibisana.
Menurut dia, pengelolaan sampah dari hulu menjadi langkah Krusial Kepada mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus menekan emisi gas rumah kaca, khususnya gas metana dari timbunan sampah.
“Kegiatan ini sangat mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan gas metana dari sampah yang menumpuk di TPA. Pengolahan sampah menjadi salah satu langkah Konkret dalam mengurangi Pengaruh perubahan iklim,” katanya.
Ketua Pokdarwis Bagek Kembar H. Sukendi mengapresiasi dukungan PLN EPI dan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna dalam membantu penguatan pengelolaan sampah di kawasan wisata Pantai Bagek Kembar.
“Program ini sangat membantu masyarakat dan pelaku wisata di kawasan pesisir. Kami berharap edukasi dan pendampingan seperti ini Lanjut berlanjut agar masyarakat semakin sadar bahwa sampah yang dikelola dengan Berkualitas dapat menjaga lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi,” ujar H. Sukendi
Program pengelolaan sampah terpadu ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung prinsip environmental, social, and governance (ESG), khususnya melalui pengurangan emisi, penguatan ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat di Sekeliling Daerah operasional perusahaan.
