BPS pastikan data Sensus Ekonomi 2026 hanya Demi statistik

BPS pastikan data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik

Palembang (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan seluruh data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 hanya digunakan Demi kepentingan statistik dan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Palembang, Minggu, mengatakan masyarakat Enggak perlu khawatir memberikan data kepada petugas sensus, karena informasi yang dihimpun Enggak akan digunakan Demi kepentingan perpajakan maupun pungutan lainnya.

Data yang Seksama akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih Pas sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Data yang kami kumpulkan ini nanti akan memberikan manfaat yang luar Normal kepada masyarakat. Masyarakat akan terdata artinya mereka akan punya Bunyi Demi kebijakan. Kalau masyarakat terdata mereka juga Enggak akan terlewat Demi mendapatkan intervensi kebijakan dari pemerintah,” katanya.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan komitmen Berbarengan antara BPS, pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas sensus, dan masyarakat Demi menghasilkan data ekonomi yang berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Demi menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS menerjunkan 7.588 petugas yang akan melakukan pendataan di 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Hingga Ketika ini, Penyelenggaraan Sensus Ekonomi di Sumatera Selatan telah mencapai Sekeliling 20 persen, sedangkan secara nasional realisasinya mencapai Sekeliling 25 persen.

BPS juga mengimbau seluruh petugas menjalankan tugas secara profesional, sopan, dan sesuai standar pelatihan.

Masyarakat diharapkan menerima kedatangan petugas dengan Bagus karena pendataan tersebut semata-mata dilakukan Demi menghasilkan data statistik yang Seksama sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan keberhasilan Sensus Ekonomi memerlukan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga tingkat desa, petugas sensus, dan masyarakat sebagai responden.

“Terdapat tiga komponen yang harus bekerja luar Normal. Satu pemerintah daerah Tamat pemerintah desa, kedua petugas sensus itu sendiri, ketiga masyarakatnya. Kita Mau membangun yang Pas sasaran berdasarkan data, Enggak Dapat membangun hanya karena selera dan feeling (perasaan) saja,” ujarnya.