Pemkot Malang Kebut Rehabilitasi Jalan Pasar Gadang Demi Percantik Kawasan

Foto BeritaJatim.com

Malang(Liputanindo.id) – Pemerintah Kota Malang mengebut pengerjaan proyek rehabilitasi infrastruktur jalan di Pasar Induk Gadang. Rehabilitasi jalan demi mempercantik kawasan yang menjadi penghubung Gadang dengan Bumiayu, Kota Malang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, Sasaran penyelesaian proyek selama 172 hari, terhitung sejak 15 Juni 2026. Demi itu November 2026 dua ruas jalan di kawasan ini ditargetkan sudah rampung dan Dapat membantu mobilitas kawasan selatan Kota Malang.

“Kami sudah memulai pengerjaan Demi jalan ke arah Bumiayu ini dalam rangka memperlancar akses di Pasar Gadang dan kalau sesuai dengan SPK selesainya 172 hari, artinya di akhir November 2026 Demi dua ruas,” kata Wahyu, Selasa, (16/6/2026).

Perbaikan jalan dianggap Krusial karena daerah ini merupakan kawasan ekonomi di Kota Malang. Meski menargetkan tuntas dalam 172 hari. Pemkot Malang menargetkan rehabilitasi cukup selesai 150 hari. Sehingga, 22 hari sisanya Demi Penilaian.

“Apabila nanti Terdapat pekerjaan yang belum beres dan lain-lain, Tetap Terdapat Selang waktu Demi menyelesaikan,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Biasa, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto, mengungkapkan dua pengerjaan fisik proyek di Letak yakni drainase dan fisik. Demi pengerjaan tahap pertama ini difokuskan terlebih dahulu ke drainase dengan dimensi 1 meter x 1 meter. Setelah itu rehabilitasi fisik jalan dengan total panjang Jalan Pasar Gadang ke Bumiayu mencapai 674 meter.

“Kalau Tertentu Jalan Pasar Gadang saja sepanjang 574 meter. Anggarannya, Rp12 sekian miliar dan kemudian Demi yang di Jalan Pasar Gadang itu Rp2 sekian miliar,” kata Dandung.

Demi konsep pengerjaan, akan dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, akan dilanjutkan hingga pukul 22.00 WIB Apabila memungkinkan. Proyek pengerjaan akan dilakukan dengan konsep buka tutup apabila mengganggu arus Lewat lintas.

“Jadi separuh (badan jalan) dikerjakan dulu setelah selesai dilanjutkan ke sisi satunya sehingga tetap memberikan akses melintas,” kata Dandung. (luc/ted)