Apa Itu Pegadaian Championship: Liga Sepak Bola Profesional Kasta Kedua Indonesia Terbaru

apa itu pegadaian championship

Pengenalan Pegadaian Championship

Apa itu Pegadaian Championship? Pegadaian Championship adalah nama resmi terbaru untuk liga sepak bola profesional kasta kedua di Indonesia, yang sejak musim 2025–2026 telah mengalami transformasi signifikan dalam struktur dan branding kompetisi. Liga yang sebelumnya dikenal sebagai Liga 2 ini kini memiliki sponsor utama PT Pegadaian (Persero) dan dikelola oleh operator liga I-League (sebelumnya PT Liga Indonesia Baru). Perubahan nama ini juga seiring dengan rebranding liga kasta pertama dari Liga 1 menjadi Liga Super Indonesia. Peluncuran resmi Pegadaian Championship 2025–2026 digelar di Medan pada 12 September 2025, menandai babak baru transformasi kompetisi kasta kedua nasional.

Struktur dan Format Kompetisi

Untuk musim 2025–2026, Pegadaian Championship diikuti oleh 20 klub yang dibagi ke dalam dua grup wilayah — Barat dan Timur. Kompetisi menggunakan sistem triple round robin, artinya setiap klub dalam satu grup akan saling bertemu sebanyak tiga kali sepanjang musim. Total pertandingan yang direncanakan mencapai 273 laga, menjadikannya salah satu musim tersibuk dalam sejarah liga kasta kedua Indonesia. Ini juga merupakan musim ke-16 dalam struktur liga kasta kedua saat ini sejak dibentuk.

Sistem Promosi dan Degradasi

Format kompetisi Pegadaian Championship 2025–2026 memiliki sistem promosi dan degradasi yang menarik. Dua tim peringkat pertama dari masing-masing grup berhak langsung promosi ke Liga Super Indonesia musim 2026–2027, sekaligus mempertemukan keduanya di partai final Pegadaian Championship. Sementara itu, dua tim peringkat kedua (runner-up) dari masing-masing grup akan menjalani play-off promosi untuk memperebutkan satu tiket promosi tersisa ke Liga Super Indonesia.

Di sisi degradasi, dua tim juru kunci (peringkat 10) dari masing-masing grup akan langsung turun ke Liga Nusantara 2026–2027 sebagai kasta ketiga. Dua tim peringkat sembilan akan menjalani play-off degradasi untuk menentukan satu tim tambahan yang harus terdegradasi. Salah satu klub yang tengah berjuang keras menghindari zona merah adalah Deltras FC, yang menargetkan kebangkitan usai terpuruk di papan bawah klasemen.

Inovasi Teknologi: Penerapan VAR Penuh

Salah satu terobosan paling signifikan dalam Pegadaian Championship 2025–2026 adalah penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) secara penuh di seluruh pertandingan. Sebelumnya, teknologi ini sempat diuji coba terbatas pada laga play-off promosi dan final musim sebelumnya sebelum akhirnya diterapkan menyeluruh mulai musim ini. Langkah ini menjadikan Pegadaian Championship salah satu liga kasta kedua di Asia Tenggara yang pertama menggunakan VAR secara komprehensif, sekaligus menandai modernisasi signifikan dalam standar wasit kompetisi nasional. Dinamika pertandingan pun kian ketat, seperti terlihat dari laga Deltras vs Kendal Tornado yang harus dipindah ke Solo imbas Piala AFF U-17 2026.

Cara Menonton

Bagi pecinta sepak bola yang ingin mengetahui apa itu Pegadaian Championship sekaligus menyaksikannya secara langsung, pertandingan dapat diakses melalui beberapa saluran resmi. Indosiar dan Sin Po TV menyiarkan sejumlah pertandingan pilihan secara gratis melalui siaran terestrial. Penonton yang menginginkan cakupan lebih luas dapat mengakses melalui TV satelit berbayar Nex Parabola, atau platform streaming Vidio dengan paket berlangganan olahraga. Highlight, gol-gol terbaik, dan konten eksklusif juga tersedia secara gratis melalui kanal YouTube resmi Liga2Match.

Signifikansi Bagi Sepak Bola Indonesia

Apa itu Pegadaian Championship jika bukan sebuah kompetisi yang menjadi wadah penting bagi klub-klub daerah untuk bersaing, mengembangkan pemain muda, dan berpeluang meraih promosi ke Liga Super Indonesia sebagai kasta tertinggi? Liga ini mencerminkan upaya pembenahan dan modernisasi ekosistem sepak bola nasional yang terus digalakkan oleh PSSI bersama operator liga I-League, mulai dari penerapan teknologi mutakhir hingga peningkatan daya tarik komersial kompetisi di mata sponsor dan penonton dalam negeri. Di balik layar, manajemen klub pun tak henti berbenah, seperti evaluasi mendalam yang dilakukan Widodo terhadap transisi Deltras FC usai tiga kekalahan beruntun.

Foto: Bhong Bahala via Unsplash