PDIP Jatim Prediksi Pemilu 2029 Lebih Brutal, Soroti Ancaman Politik Fulus

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Berita:

  • PDIP Jatim memprediksi pertarungan Pemilu 2029 akan lebih brutal.
  • Deni Wicaksono menyoroti ancaman politik Fulus yang semakin masif.
  • PDIP diminta membangun database pemilih hingga tingkat ranting.
  • Kader partai didorong memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Jember (Liputanindo.id) – Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono memprediksi pertarungan pada Pemilu 2029 akan berlangsung lebih keras dibandingkan pemilu sebelumnya.

Hal itu disampaikan Demi pelantikan 31 pengurus anak cabang PDI Perjuangan di Ball Room Hotel Cempaka Hill, Kabupaten Jember, Minggu (24/5/2026).

“Saya Pasti pertarungannya akan jauh lebih brutal, jauh lebih ngawur. Kalau kemarin satu orang pemilih Dapat dapat dua, tiga, atau empat amplop, besok Dapat jadi satu pemilih dapat lima Tiba tujuh amplop,” katanya.

Menurut Deni, kecenderungan masyarakat memilih kandidat berdasarkan kekuatan finansial tanpa mempertimbangkan integritas menjadi persoalan serius yang harus dikoreksi Serempak.

Ia menilai partai politik juga Mempunyai tanggung jawab atas kondisi tersebut karena pendidikan politik kepada masyarakat belum berjalan maksimal.

“Kita harus mengakui bahwa kita sebagai partai politik gagal dalam melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, karena hanya dengan Fulus, maka semuanya terselesaikan,” ujarnya.

Deni meminta seluruh jajaran pengurus dan kader PDIP mulai merumuskan gerakan Serempak Demi menghadapi persoalan politik Fulus yang diperkirakan semakin masif pada Pemilu 2029.

“Apa gunanya kita membentuk struktur, kita melakukan pengorganisasian massa, kita selalu turun, kita membangun bonding dengan rakyat, kalau ujung-ujungnya hanya melakukan pendataan dan ‘tembakan’ money politics,” katanya.

Ia juga meminta seluruh pengurus cabang PDIP membangun pangkalan data pemilih sebagai strategi politik jangka panjang.

Menurutnya, struktur partai hingga tingkat ranting dan anak ranting harus dimanfaatkan Demi memperkuat pemetaan pemilih di lapangan.

“PDI Perjuangan Jember insyaallah semuanya siap. Kadernya Dapat turun melakukan pendataan database pemilih, karena strukturnya lengkap Tiba ranting dan anak ranting,” katanya.

Dengan adanya basis data pemilih, Deni meyakini gerakan politik partai Enggak akan berjalan sporadis dan dapat lebih Cocok sasaran.

“Kalau Enggak Terdapat pemetaan lapangan dan Enggak punya data, maka pada 2029 akan sulit, karena Sekalian partai akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Ia menegaskan perlunya rumusan strategi Demi memastikan pemilih tetap memilih calon legislatif dari PDIP tanpa hanya bergantung pada kekuatan Fulus.

“Itu yang harus menjadi bahan Percakapan, perumusan Serempak apakah seorang caleg harus punya Fulus Demi terpilih? Harus uangnya paling banyak? Ini harus menjadi perenungan Serempak,” katanya.

Deni juga mengingatkan seluruh kader dan pengurus partai agar Lalu bergerak di tengah masyarakat Demi membangun kedekatan emosional dengan rakyat sebagaimana arahan Ketua Biasa PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Sehingga ke depan kita Enggak hanya mengandalkan ide, tapi pergerakan panjang yang harus kita bangun,” kata Deni. [wir/beq]