Sebagian besar dibawa ke Sorong, Eksis juga yang dijual ke perusahaan
Jakarta (ANTARA) – Pengolahan kepala udang menjadi terasi membuka Kesempatan ekonomi baru bagi Golongan Perempuan di Distrik Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan yang selama ini bergantung pada penjualan udang segar.
Melalui pendampingan Yayasan EcoNusa sejak pertengahan 2024, Golongan Perempuan di Kampung Isogo dan Kampung Mate mulai memproduksi terasi berbahan kepala udang yang dipasarkan hingga Kota Sorong sebagai upaya memperkuat ekonomi rumah tangga masyarakat pesisir.
Mama Siti Awakaere, Kaum Kampung Isogo, mengatakan Pendapatan dari penjualan terasi membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya yang sedang menempuh sekolah di luar kampung.
“Hasil melaut Tetap kurang, kalau mama Tak bikin ini, adek sekolah dapat Dana dari mana,” ujar Mama Siti dalam keterangan EcoNusa pada Kamis.
Ia mengaku dapat memperoleh Sekeliling Rp300 ribu Berbarengan rekannya dari penjualan 15 kilogram terasi di Rumah Timbang Kampung Mate yang didukung EcoNusa. Pendapatan tersebut digunakan Demi memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk mengirim Dana kepada anaknya.
Program serupa juga dijalankan di Kampung Mate. Hingga awal 2026, Golongan Perempuan di kampung tersebut telah memproduksi lebih dari 50 kilogram terasi yang dipasarkan ke Kota Sorong dan sejumlah perusahaan.
“Sebagian besar dibawa ke Sorong, Eksis juga yang dijual ke perusahaan,” ujar Mama Alfonsina Ginuny.
Potensi pengembangan usaha itu didukung melimpahnya sumber daya udang di kawasan Inanwatan yang Mempunyai ekosistem mangrove sebagai habitat Krusial bagi berbagai biota pesisir sekaligus menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
Selain mengajarkan teknik pengolahan hasil perikanan, pendampingan juga mencakup pengelolaan usaha dan keuangan Golongan agar kegiatan produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Pemanfaatan limbah kepala udang menjadi produk bernilai ekonomi dinilai Pandai meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi limbah hasil perikanan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Praktik pengembangan usaha tersebut akan menjadi salah satu Misalnya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dibahas dalam Papeda Summit pada 2–4 September 2026 di Sorong, Papua Barat Daya. Lembaga tersebut akan mempertemukan berbagai pihak Demi berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan serta penguatan ekonomi masyarakat adat di Tanah Papua.
