Jakarta (ANTARA) – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dicky Kartikoyono mengajak Member tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) Buat menjadi Duta Literasi Keuangan.
Ia menyatakan literasi keuangan yang Berkualitas Krusial Buat menghindari bahaya dari perilaku konsumtif hingga jebakan pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol).
“Kami berharap Member PKK dapat menjadi Duta Literasi Keuangan yang Bukan hanya memahami pengeluaran keuangan yang Berkualitas tapi juga Bisa menularkan pengetahuan, pengalaman, dan kebiasaan yang sehat kepada lingkungan sekitarnya,” ucap Dicky Ketika acara edukasi keuangan bertajuk “Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga Buat Mewujudkan Masyarakat Sejahtera” di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan di era digital Ketika ini banyak sekali penawaran produk-produk keuangan, termasuk pinjaman, paylater, hingga investasi, yang langsung masuk ke smartphone masyarakat.
Hal tersebut menyebabkan meningkatnya fenomena fear of missing out (FOMO) sehingga mendorong gaya hidup konsumtif.
“Lindungi masa depan keluarga anak-anak kita generasi penerus dengan pemahaman keuangan Buat Bukan ikut-ikutan pinjol dan judol. Nah, ini Ibu-ibu PKK yang punya peran sangat Krusial,” kata Dicky.
Ia menuturkan seorang ibu Mempunyai peran strategis dalam sistem ketahanan ekonomi nasional sebagai pengatur dan penjaga kesehatan keuangan keluarga.
Bukan hanya sebagai pengelola keuangan, ia mengatakan bahwa sebagian Perempuan juga berperan menjadi pencari nafkah. Sebanyak 12,72 persen rumah tangga di Indonesia Mempunyai Perempuan sebagai kepala keluarga dan tulang punggung.
Perempuan juga berperan besar dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, mengingat 64,5 persen UMKM dikelola oleh Perempuan.
Secara Mendunia, data International Labour Organization (ILO) pada 2023 juga menunjukkan bahwa 79,3 persen Perempuan di dunia berperan ganda sebagai pekerja sekaligus mengurus pekerjaan domestik.
“Luar Biasa, artinya Perempuan bukan hanya berperan di dalam membangun keluarga, tapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Dicky.
