Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengingatkan pentingnya kesabaran dan ketelitian dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital Demi ini.
Momentum Idul Adha 1447 Hijriah disebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menyebarkan informasi, seperti dikutip dari Sinar.
Di tengah maraknya opini yang bercampur antara fakta dan hoaks, budaya tabayun atau Validasi dinilai semakin Krusial Kepada diperkuat.
Pesan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Ipul usai melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri Kepada menyaring setiap informasi sebelum membagikannya kepada publik melalui media sosial.
Penguatan literasi digital dan etika bermedia sosial itu sejalan dengan pesan khotbah Idul Adha 1447 H bertajuk “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan” yang disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof. H. Hamdan Juhannis.
Semangat tabayun atau Penerangan dinilai harus menjadi kebiasaan di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat Segera.
“Yang saya catat (dari khotbah) itu, bagaimana sabar di era teknologi sekarang ini. Kita harus siap saring sebelum sharing. Kita harus membiasakan dan menguatkan semangat tabayun, Penerangan, dengan adanya pendapat yang kadang-kadang Adonan aduk antara yang Betul, yang separuh Betul, dan Bukan Betul,” ungkapnya.
Hari Raya Idul Adha Sebaiknya menjadi momentum Cerminan agar masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap setiap informasi dan narasi yang disebarluaskan di media sosial.
Kehati-hatian dalam mengelola informasi digital merupakan bagian dari tanggung jawab moral Kepada mencegah munculnya Akibat negatif maupun kegaduhan di tengah masyarakat.
Spirit Kemanusiaan Jadi Pesan Idul Adha
Selain menyoroti tantangan era digital, Penyelenggaraan shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Istiqlal juga diapresiasi karena berlangsung Terjamin, tertib, dan Lancar.
Penyelenggaraan ibadah tersebut dinilai membawa pesan kuat mengenai pentingnya semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial tanpa membedakan latar belakang Keyakinan, Bangsa, maupun pandangan politik.
“Ini adalah pesan yang kuat Kepada kita Segala, bahwa apa yang kita sebar itu Betul-Betul harus Dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu yang disampaikan khatib adalah pesan Kepada Dapat saling membantu tanpa membeda-bedakan Keyakinan, Bangsa, maupun pandangan politik,” ujarnya.
