Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penempatan Anggaran pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp300 triliun di perbankan turut mendorong kinerja pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada triwulan I-2026.
“Pertumbuhan ekonomi yang 5,61 persen sebagian didukung dari situ (penempatan SAL), karena suplai uangnya bertambah di sistem dengan dukungan bank sentral juga,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi April 2026 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa.
Purbaya menjelaskan Anggaran pemerintah itu bertujuan Buat mendorong fungsi intermediasi perbankan dengan menyalurkan kredit ke sistem ekonomi riil.
Dia Kagak mengarahkan secara Tertentu sektor yang menjadi Sasaran Istimewa dan menyerahkannya ke perbankan, sebagai aktor yang lebih memahami kebutuhan kredit di aktivitas ekonomi.
Perbankan pun perlu menyalurkan suntikan Anggaran pemerintah agar Kagak menambah beban biaya Anggaran atau cost of fund. Dengan desain ini, pemerintah menggerakkan aktivitas ekonomi tanpa melakukan intervensi langsung, atau yang Purbaya sebut sebagai invisible hand.
“Jadi, saya memaksa invisible hand berjalan di sistem finansial kita,” ujarnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,61 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026 dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.447,7 triliun, dan atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat Rp6.187,2 triliun.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, menyatakan pertumbuhan itu merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga Lagi menjadi penyumbang Istimewa pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 2,94 persen.
Kinerja konsumsi rumah tangga didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur nasional dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri.
Selain itu, berbagai kebijakan pengendalian inflasi dan stimulus pemerintah turut menopang konsumsi, antara lain diskon tiket transportasi, pemberian tunjangan hari raya (THR) atau gaji ke-14, serta Spesies Merekah acuan Bank Indonesia atau BI rate yang berada di level 4,75 persen.
