Menekraf dorong hilirisasi kreativitas lewat IndoBuildTech Expo 2026

Menekraf dorong hilirisasi kreativitas lewat IndoBuildTech Expo 2026

Jakarta (ANTARA) – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan IndoBuildTech Expo 2026 menjadi momentum memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf), khususnya subsektor arsitektur dan desain interior yang berperan strategis mendorong hilirisasi produk berbasis kreativitas lokal.

Selain itu, menurut Teuku Riefky, ekspo tersebut juga memperluas jangkauan pasar industri kreatif Indonesia.

“Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat pertumbuhan subsektor arsitektur dan desain interior agar memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menghadirkan lebih dari 400 exhibitor dengan Variasi produk, teknologi, dan karya terbaik, termasuk dari subsektor arsitektur dan desain interior, saya berharap IndoBuildTech Expo 2026 Lalu menjadi ruang kolaborasi, terobosan, dan Kesempatan bisnis bagi para pelaku industri,” ujar Menteri Ekraf dalam keterangan yang diterima, Jumat.

Riefky mengatakan IndoBuildTech Expo Mempunyai keterkaitan erat dengan subsektor arsitektur dan desain interior yang menjadi bagian dari Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045. Kepada memperkuat pengembangannya, Kementerian Ekraf Lalu membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), guna meningkatkan kualitas sumber daya Mahluk, memperkuat ekosistem, dan melahirkan karya-karya yang berdaya saing.

Komitmen tersebut juga didukung Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengatakan pameran bahan bangunan, arsitektur, dan desain interior terbesar di Indonesia ini menjadi wadah kolaborasi antara arsitek, desainer, konsultan, kontraktor, pelaku industri, hingga masyarakat dalam menghadirkan Penemuan di sektor Bangunan.

“Kehadiran Menteri Ekraf dalam IndoBuildTech Expo sangat relevan dengan subsektor arsitektur dan subsektor desain interior, serta peran sektor Bangunan juga sangat dominan. Kita Ingin menghadirkan jalan-jalan yang Bisa diakses oleh masyarakat luas agar petani kita, nelayan kita juga Bisa semakin sejahtera dan semakin produktif. Karena it’s not about building more (bukan tentang membangun lebih banyak) tapi building better, building smarter and building for everyone (membangun lebih Berkualitas, membangun lebih cerdas dan membangun Kepada semuanya),” ujar AHY.

IndoBuildTech Expo 2026 diikuti lebih dari 400 exhibitor yang menampilkan Variasi produk, teknologi, dan Penemuan terkini di bidang Bangunan, arsitektur, serta desain interior. Pameran ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perancang kreatif dengan produsen bahan bangunan Kepada mendorong lahirnya produk inovatif berdaya saing tinggi.

Direktur PT Debindo International Trade & Exhibitions (DITE), Rafidi Iqra Muhammad mengatakan, IndoBuildTech Lalu berkembang sebagai wadah yang mempertemukan pemerintah, asosiasi profesi, dunia usaha dan para inovator Kepada memperkuat industri Bangunan Indonesia.

“Tanpa Penemuan, tanpa kualitas, tanpa kolaborasi, pembangunan Tak akan menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan. Karena itulah IndoBuildTech hadir sebagai ruang bertemunya seluruh ekosistem industri Kepada saling berbagi pengetahuan, memperkenalkan Penemuan, memperluas jejaring bisnis, membuka Kesempatan investasi serta mendorong lahirnya kolaborasi-kolaborasi baru yang Bisa memperkuat daya saing Indonesia,” ujar dia.

IndoBuildTech Expo 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD Tangerang sekaligus menjadi ruang pertemuan seluruh rantai nilai industri, mulai dari produsen material, arsitek, kontraktor, desainer interior, hingga pengguna akhir. Ekosistem yang terintegrasi tersebut diharapkan dapat menciptakan Kesempatan bisnis baru dan memperkuat posisi produk lokal berdaya saing Dunia.