Literasi Digital Perempuan Berperan Krusial Menjaga Ketahanan Keluarga

Ilustrasi literasi digital. Foto: dok Aptika Kominfo.

Jakarta: Literasi digital Buat Perempuan dinilai berperan Krusial dalam menjaga ketahanan keluarga. Lewat literasi digital yang Berkualitas, Perempuan dapat menjaga keluarga dari upaya penipuan, Pendayagunaan anak, hingga konten-konten negatif lainnya.

“Teknologi Dapat dimanfaatkan Buat menjaga keluarga. Apalagi Perempuan punya kelebihan di mana anak lebih suka bercerita ke ibu. Butuh perspektif Perempuan Buat mendukung keamanan digital Buat anak,” kata Direktur Ekosistem Media Dirjen Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital Farida Dewi Maharani dalam seminar Aliansi Perempuan Acuh Indonesia (Alppind), dikutip dari siaran pers, Rabu, 13 Mei 2026.

Sementara, Direktur Kebijakan Tata Kelola Keamanan Siber dan Sandi BSSN Nunil Pantjawati menyatakan tak Dapat dipungkiri akan adanya ancaman siber yang Konkret yang Begitu ini telah merambah ke ruang keluarga. Hal ini menjadi tantangan Krusial di era digital, khususnya bagi Perempuan dan anak.

Risiko seperti cyber bullying, kecanduan gim, penipuan online, hingga paparan konten negatif perlu diantisipasi melalui penerapan cyber hygiene dan pengawasan orang Uzur.

“Orang Uzur diharapkan Bisa membangun kebiasaan digital yang sehat, memberikan edukasi kepada anak, serta membatasi penggunaan teknologi secara bijak guna menciptakan ruang digital yang Terjamin dan produktif bagi keluarga,” tegas Nunil.

Faktanya memang Begitu ini sebanyak 60 persen remaja pernah mengalami berbagai risiko negatif dari kegiatan cyber ini. Statistik Intervensi patrol besar siber BSSN paling banyak terkait narkoba, risiko anak cyber bullying, kecanduan gim, hingga pelecehan.

 


(Seminar Alppind. Foto: Istimewa)
 

Penjaga peradaban

Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Nusa Bangsa Luluk Setyaningsih menekankan, ibu berperan dalam menentukan screen time anak mengatur, memberikan pemahaman, mengajari risiko atau membatasi jam anak menggunakan teknologi digital, agar anak ketika Mempunyai smartphone Paham mana yang Berkualitas mana yang Enggak.

Menurut dia, peran ibu dan Perempuan dalam mendampingi anak Buat menggunakan gadget dengan bijak adalah merupakan salah satu fungsi Perempuan sebagai penjaga peradaban. Buat dapat menjadi pendamping dan pelindung anak dan keluarga dari konten negatif dunia digital maka Perempuan harus mendapatkan akses pendidikan yang Berkualitas pula.

“Ibu harus menjadi pribadi yang cakap, cerdas, dan Berkualitas. Perempuan adalah guru pertama. Buat mendapatkan negara yang terdidik maka diperlukan ibu-ibu yang terdidik pula,” kata Luluk.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ketahanan keluarga adalah kondisi keluarga yang ulet dan Handal serta Mempunyai kemampuan fisik, materi dan mental Buat hidup secara Independen dan mengembangkan diri, dimensi kebahagiaan 72,3 persen, dimensi ketentraman 60,3 persen, serta dimensi kemandirian 53,3 persen.

“Isu ketahanan keluarga terdapat isu ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, krisis keharmonisan, dan isu ketahanan mental keluarga. Karena itu, masalah ketahanan keluarga yang perlu punya pondasi yang kuat, terutama masalah pembentukan Watak anak,” tegas Luluk.