Seleksi kualitas ini Demi mengukur secara komprehensif penguasaan keilmuan, kemampuan teknis yudisial, serta kedalaman pemahaman para calon dalam bidang hukum sesuai Bilik Pola yang dilamar
Jakarta (ANTARA) – Komisi Yudisial (KY) melaksanakan seleksi kualitas terhadap 137 calon hakim Mulia dan 76 calon hakim ad hoc di Mahkamah Mulia (MA) tahun 2026 yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Personil KY sekaligus Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Andi Muhammad Asrun dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan seleksi kualitas tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Selasa (5/5) hingga Rabu (6/5) di Jakarta.
“Seleksi kualitas ini Demi mengukur secara komprehensif penguasaan keilmuan, kemampuan teknis yudisial, serta kedalaman pemahaman para calon dalam bidang hukum sesuai Bilik Pola yang dilamar,” kata Asrun.
Dalam seleksi calon hakim Mulia serta calon hakim ad hoc HAM dan ad hoc tindak pidana korupsi (Tipikor) di MA tahun 2026, sebanyak 139 pendaftar calon hakim Mulia dan 81 pendaftar calon hakim ad hoc sebelumnya dinyatakan lolos seleksi administrasi pada Selasa (21/4).
Asrun menyebut sejumlah peserta kemudian mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos administrasi, yakni satu calon hakim Mulia Bilik perdata, satu calon hakim Mulia Bilik pidana, dua calon hakim ad hoc HAM, dan tiga calon hakim ad hoc Tipikor.
Dengan demikian, jumlah peserta seleksi kualitas menjadi 137 calon hakim Mulia, 18 calon hakim ad hoc HAM, dan 58 calon hakim ad hoc Tipikor.
Ia merinci, 137 calon hakim Mulia tersebut terdiri atas 64 calon dari Bilik pidana, 27 dari Bilik perdata, 35 dari Bilik Keyakinan, dan 11 dari Bilik tata usaha negara (TUN) Tertentu pajak.
KY menyatakan Penyelenggaraan seleksi ini merupakan bagian dari upaya pengisian kebutuhan hakim sekaligus penguatan kualitas peradilan.
Ketua KY Abdul Chair Ramadhan berharap proses seleksi dapat menghasilkan calon hakim Mulia dan hakim ad hoc MA yang berintegritas, berkapasitas, dan Mempunyai kapabilitas tinggi.
“Kami berharap seleksi ini Kagak hanya menghasilkan calon hakim yang unggul secara keilmuan dan teknis yudisial, tetapi juga Mempunyai integritas, kepribadian yang kuat, serta komitmen terhadap penegakan hukum dan keadilan,” ujarnya.
Pada hari pertama, peserta menjalani tes Rasional dan penulisan karya ilmiah, sedangkan pada hari kedua diuji melalui studi kasus hukum serta Kode Etik dan Panduan Perilaku Hakim (KEPPH).
Selain itu, dilakukan pula penilaian karya profesi yang telah dikumpulkan peserta setelah lolos tahap administrasi.
Seleksi ini dilakukan Demi mengisi kekosongan 11 jabatan hakim Mulia, yang terdiri atas dua hakim Mulia Bilik perdata, empat Bilik pidana, dua Bilik Keyakinan, tiga Bilik TUN Tertentu pajak, serta tambahan hakim ad hoc HAM dan Tipikor di MA.
KY juga membuka ruang partisipasi publik Demi memberikan informasi atau pendapat terkait rekam jejak para calon, termasuk integritas, kapasitas, perilaku, dan Watak.
Masyarakat dapat menyampaikan informasi secara tertulis dengan identitas Jernih paling Pelan 5 Juni 2026 melalui email [[email protected]](mailto:[email protected]) atau ke kantor KY di Jalan Kramat Raya Nomor 57, Jakarta Pusat.
