KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga di Tengah Konflik Timteng

Konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Liputanindo/Richard Alkhalik


Jakarta: Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai bahwa kondisi fiskal, moneter dan sektor keuangan selama triwulan I 2026 tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan Dunia seiring eskalasi konflik di Timur Tengah (Timteng).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa memasuki April 2026, dinamika penyelesaian konflik di Timur Tengah Tetap menjadi Unsur Primer volatilitas pasar keuangan Dunia, terutama terhadap lonjakan harga Daya.

Berdasarkan perkembangan tersebut, imbuh Purbaya, KSSK akan Lanjut mencermati dan melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini seiring risiko ketidakpastian ekonomi Dunia yang meningkat.

Di samping itu, KSSK juga melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi Berkualitas antarlembaga Personil maupun dengan kementerian/lembaga lainnya.

“Dunia Tetap penuh ketidakpastian, kita akan waspadai Lanjut. Buat ekonomi domestik, kita lihat di triwulan pertama pertumbuhan cukup bagus, 5,61 persen,” kata Menkeu yang juga selaku Koordinator KSSK dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa pihaknya tetap akan meninjau kondisi perekonomian lebih lanjut pada triwulan kedua tahun ini, dengan tetap mewaspadai risiko yang mungkin muncul dan variabel makro yang Terdapat.

“Dan kelihatannya pemerintah juga akan Tetap memberikan stimulus tambahan kepada perekonomian di triwulan kedua tahun 2026,” ujar Purbaya.


(Ilustrasi. Foto: Dok Liputanindo.id)

Percepatan belanja negara

Dari sisi fiskal, ia menegaskan bahwa percepatan belanja cukup kuat, didukung pencairan tunjangan hari raya (THR) Buat ASN, TNI, Polri, dan pensiunan, belanja barang melalui program makan bergizi gratis (MBG), serta realisasi Donasi sosial antara lain kartu sembako dan penerima Donasi iuran Jaminan Kesehatan Nasional serta bansos lainnya.

Selain itu, belanja modal juga dioptimalkan Buat mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan rehabilitasi jalan, irigasi, jaringan dan peralatan serta mesin.

Purbaya menambahkan bahwa APBN berperan sebagai shock absorber terhadap gejolak harga minyak dunia dan perekonomian dunia sehingga ekonomi kita Tetap tumbuh dengan Berkualitas di triwulan pertama tahun ini.

“Hal yang sama akan kita lakukan di triwulan kedua dan Tiba dengan akhir tahun Buat memastikan permintaan domestik tetap terjaga dan kita Tetap Bisa tumbuh dengan Berkualitas. Kalau kita lihat di APBN (pertumbuhan ekonomi) targetnya 6,4 tahun ini. Kita akan dorong Lanjut ke atas, mudah-mudahan Bisa mendekati 6 persen Tiba akhir tahun,” kata Purbaya.