Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair Kemayoran 2026 di Arena JIEXPO Kemayoran yang berlangsung dari 11 Juni hingga 12 Juli diserbu masyarakat meski di tengah kenaikan harga Pertamax. Antrean kendaraan tampak memadati pintu masuk menuju area parkir akibat tingginya antusiasme Kaum yang Mau menikmati pameran multiproduk dan hiburan terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Kemudahan layanan publik hadir melalui kolaborasi Bank Jakarta dengan Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta yang menyediakan tempat pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di area pameran. Pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas transaksi non-Kas ini sembari menikmati hiburan dan berbelanja.
Direktur Penting Bank Jakarta Agus H. Widodo menjelaskan bahwa pengunjung Jakarta Fair Pandai melakukan aktivitas belanja Sembari melakukan pembayaran pajak bersamaan dengan aktivitas hiburan lainnya.
Layanan kolaboratif tersebut disiapkan Buat mendukung efisiensi sistem transaksi pelayanan publik bagi Kaum lokal.
“Melalui kolaborasi pembayaran pajak ini, Bank Jakarta Mau mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajibannya sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan publik di Jakarta” ujar Agus.
Sektor otomotif turut diramaikan oleh PT Indomobil Emotor Dunia yang memamerkan empat model motor listriknya, Merukapan Adora, Tyranno, Sprinto, dan QT di area Open Space 2 Nomor 33. Perusahaan menyediakan fasilitas uji kendara langsung serta aktivitas interaktif Buat menarik minat pembeli.
CEO PT Indomobil Emotor Dunia Pius Wirawan menyatakan bahwa Jakarta Fair menjadi momentum Krusial Buat mengedukasi masyarakat mengenai efisiensi kendaraan listrik harian.
“Jakarta Fair 2026 menjadi momentum yang sangat Bagus bagi kami Buat Berjumpa langsung dengan masyarakat dan memperkenalkan pengalaman berkendara motor listrik secara lebih dekat. Melalui kehadiran seluruh varian Indomobil eMotor, kami Mau menunjukkan bahwa kendaraan listrik kini semakin mudah diakses, menyenangkan Buat digunakan, dan Pandai menjadi solusi mobilitas harian yang efisien,” kata Pius.
Pihak manajemen juga mengoptimalkan area edukasi agar calon konsumen memahami aspek kenyamanan berkendara roda dua listrik.
“Melalui fasilitas test ride dan berbagai aktivitas di booth, pengunjung dapat mengenal lebih jauh produk kami, mulai dari desain, kenyamanan, hingga kemudahan penggunaannya,” tutur Pius.
Penemuan bisnis juga datang dari industri hiburan melalui PT Cinépolis Cinemas Indonesia yang membuka stan interaktif Popcorn & Drink Lab di Entrance Hall C3. Langkah Pengembangan produk konsumsi ke luar bioskop ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pendapatan di tengah dinamika penjualan tiket Gambar hidup.
Senior Brand Marketing Manager Cinépolis Cinemas Indonesia Delfi Kartikawati menilai kemitraan ini membuka Kesempatan transaksi silang bagi penonton bioskop dan pengunjung pameran.
“Cinépolis membawa Hasil karya popcorn uniknya, sementara Jakarta Fair menjangkau para penonton setia Cinépolis di seluruh Jabodetabek. Kami bangga menjadi satu-satunya brand bioskop yang hadir sebagai Official Indoor Media Partner,” ucap Delfi.
Kehadiran jaringan teater ini mencetak sejarah baru sebagai merek bioskop pertama yang mendirikan area pamer fisik dalam sejarah Pekan Raya Jakarta.
Head of Promotions & Sponsorship PT Jakarta International Expo Liana Wati memaparkan bahwa partisipasi merek hiburan tersebut memberikan dimensi Penemuan baru bagi pengunjung, sekaligus melengkapi portofolio ekosistem jenama yang beroperasi di Daerah pameran tersebut.
Selain pameran produk, Podium konser musik Jakarta Fair Music Concert ikut menggerakkan Lampau lintas pengunjung setiap malam. Sederet musisi lintas Aliran dijadwalkan tampil bergantian memeriahkan suasana pameran tahunan tersebut.
