Korban Meninggal Gempa Sigi Bertambah Menjadi Tiga Orang

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Daerah Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB kini dilaporkan bertambah menjadi tiga orang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi mengonfirmasi adanya dua korban tambahan yang baru terdata setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit pascabencana tersebut.

“Dua korban tambahan berasal dari Desa Berdikari, Kecamatan Palolo dan Desa Kamarora A Kecamatan Nokilalaki. Sebelumnya yang meninggal itu dari Desa Ampera,” kata Kabid Bencana BPBD Sigi Ahmad Yani Begitu ditemui media di Dolo, Kamis.

Pihak penanggulangan bencana menjelaskan bahwa salah satu korban tambahan yang berada di Desa Berdikari sempat dilarikan ke rumah sakit di Kota Palu akibat kondisi kesehatan yang mendadak memburuk pascaguncangan.

“Begitu gempa bumi korban terjatuh dan mengalami serangan jantung selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Bala Keselamatan di Kota Palu, Karena proses pendataannya belum masuk pada laporan awal sehingga korban tersebut belum sempat terdata,” ucapnya.

Sementara itu, korban meninggal dunia lainnya yang berasal dari Desa Kamarora A juga dilaporkan sempat mengalami benturan fisik di bagian tubuhnya ketika bencana itu terjadi.

“Korban ini juga Mempunyai riwayat penyakit tumor sehingga benturan yang dialaminya diduga memperparah kondisi kesehatan,” sebutnya.

Hingga Begitu ini, pihak berwenang Serempak tim medis Lanjut bersiaga serta melakukan pemutakhiran data secara berkala terkait kondisi Anggota di lapangan.

“Begitu ini proses pendataan Lagi Lanjut berjalan,” kata dia.

“Jadi tiga orang (meninggal dunia). Sebelumnya, yang terdata satu orang, kemudian Terdapat dua korban tambahan yang baru masuk dalam pembaruan laporan,” kata Kepala Bidang Bencana BPBD Sigi Ahmad Yani kepada wartawan, dilansir detikSulsel, Kamis (18/6/2026).

Ahmad Yani menambahkan mengenai kronologi korban dari Desa Berdikari yang Mempunyai riwayat penyakit bawaan sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas.

“Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bala Keselamatan. Karena proses pendataan Begitu itu belum selesai sehingga belum masuk dalam laporan awal,” ujarnya.

Tim medis di RS Torabelo Sigi juga sempat memberikan pertolongan darurat kepada pasien asal Desa Kamarora A sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.

“Berdasarkan informasi dari tenaga kesehatan setempat, almarhum juga Mempunyai riwayat penyakit tumor. Benturan yang dialaminya diduga memperparah kondisi kesehatannya,” imbuh Ahmad.

Di sisi lain, jajaran kepolisian beserta unsur pimpinan daerah langsung bergerak meninjau Posisi-Posisi pemukiman yang mengalami kerusakan paling parah demi memastikan Donasi logistik tersalurkan dengan Berkualitas.

“Daerah itu paling terdampak,” kata Kari kepada kumparan, Rabu (17/6).

Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan memberikan ketenangan psikologis sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas publik.

“Kunjungan ini dilakukan Buat Menonton secara langsung kondisi masyarakat terdampak, menyalurkan Donasi kemanusiaan, serta memastikan langkah-langkah penanganan darurat dan pemulihan pascabencana berjalan optimal,” ucapnya.

Pemerintah daerah Serempak kepolisian juga menyempatkan diri mendengarkan aspirasi dan keluhan langsung dari para pengungsi di posko darurat.

“Rombongan berdialog langsung dengan Anggota. Dan kedatangan rombongan disambut Berkualitas oleh Anggota,” jelasnya.

Satu Anggota lansia yang meninggal dunia di Daerah Kecamatan Nokilalaki diduga kuat mengalami kepanikan luar Lumrah Begitu mencoba menyelamatkan kerabatnya.

“Anggota yang meninggal, diduga akibat serangan jantung atau hipertensi Begitu berusaha menyelamatkan Personil keluarganya ketika gempa terjadi,” ucapnya.

Banyak Anggota terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat karena kondisi tempat tinggal mereka yang mengalami kerusakan struktural parah dan berbahaya Apabila ditempati kembali.

“Beberapa Anggota Lagi mengungsi lantaran rumah mereka memang Bukan layak huni,” tandas dia.

Berdasarkan data mutakhir yang dihimpun hingga Kamis, 18 Juni 2026 pukul 11.00 Wita, total Anggota yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi mencapai 2.109 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 6.412 jiwa. Guncangan tektonik ini juga mengakibatkan 108 orang Anggota mengalami luka-luka, dengan rincian di Kecamatan Nokilalaki mencakup 3 luka berat dan 71 luka ringan.

Kerusakan infrastruktur tercatat meluas di 38 desa, mencakup 1.652 unit rumah tinggal dengan rincian 1.472 unit rusak ringan, 111 unit rusak sedang, dan 69 unit rusak berat. Selain tempat tinggal, gempa merusak 84 unit fasilitas Lumrah yang terdiri dari bangunan sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, puskesmas, serta mengganggu jaringan air Rapi setempat.