Surabaya (Liputanindo.id) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa penguatan sumber daya Sosok (SDM) maritim unggul dan pengembangan ekonomi biru (blue economy) menjadi kunci Primer dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus orkestrator rantai nilai nasional.
Pernyataan itu disampaikan Khofifah Ketika menghadiri Dies Natalis ke-39 Universitas Hang Tuah di Surabaya, Kamis (7/5/2026). Dalam paparannya, Khofifah menjelaskan bahwa arah pembangunan Jawa Timur dalam jangka menengah dan panjang dirumuskan melalui konsep “Gerbang Baru Nusantara”.
Konsep tersebut menempatkan Jawa Timur Bukan hanya sebagai Area transit, tetapi juga pusat orkestrasi rantai nilai nasional yang terintegrasi dan berdaya saing Dunia.
Kepada mendukung visi tersebut, terdapat empat pengungkit Primer yang Lanjut diperkuat, yakni penguatan rantai pasok industri melalui hilirisasi, stabilitas pasokan komoditas strategis, peningkatan mobilitas Sosok dan tenaga kerja, serta penguatan konektivitas ekonomi antarwilayah.
“Keeempat pengungkit tersebut saling terhubung dan bertumpu pada satu Unsur kunci, Ialah ketersediaan SDM unggul yang adaptif dan berdaya saing Dunia,” Jernih Khofifah.


Lebih lanjut Gubernur Khofifah menegaskan, sebagai pusat industri pengolahan terbesar kedua di Indonesia, Jawa Timur Mempunyai kekuatan pada sektor agro-maritim, industri perkapalan, hingga pariwisata bahari.
“Maka peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas Kepada mendorong transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam (resource-based economy) menuju ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy),” jelasnya.
Dalam konteks pembangunan kemaritiman, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya pergeseran paradigma menuju ekonomi biru (blue economy). Yakni pemanfaatan sumber daya kelautan secara produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
“Kita harus beralih pada paradigma ekonomi biru, Ialah pemanfaatan sumber daya kelautan yang Bukan hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” sebutnya.
Sementara terkait kinerja Jawa Timur dalam indikator ekonomi biru, Khofifah menyebut bahwa menunjukkan tren positif. Nilai Indonesia Blue Economy Index (IBEI) Jawa Timur tercatat mencapai 60,54 pada tahun 2024 dan Lanjut diarahkan meningkat menuju Sasaran jangka panjang tahun 2045.
Secara rinci, dari sisi subsektor, industri berbasis kelautan dan pariwisata bahari menjadi motor penggerak Primer ekonomi biru di Jawa Timur. Oleh karena itu, percepatan peningkatan IBEI memerlukan kebijakan yang terintegrasi, dukungan Hasil karya teknologi, serta sinergi lintas sektor yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Hang Tuah atas kontribusinya dalam mencetak SDM unggul, khususnya di bidang kemaritiman.
Terlebih, SDM Maritim yang unggul merupakan sebuah kebutuhan yang sangat mendesak. Terutama dalam mengoperasikan kapal kapal canggih yang Mempunyai teknologi.
Menurutnya, penyiapan SDM maritim unggul Bukan hanya menuntut kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga stabilitas psikologis yang kuat, terutama dalam pengoperasian teknologi maritim modern.
“Perguruan Tinggi yang Dapat menempa menyeimbanhkan IQ dan stabilitas psikologis terutama pengoperasian teknologi maritim Eksis di Universitas Hang Tuah,” katanya.
Gubernur Khofifah pun menyoroti besarnya Kesempatan sektor kemaritiman dalam membuka lapangan kerja baru, termasuk pada bidang spesifik seperti underwater welding atau pengelasan Dasar air yang Mempunyai permintaan tinggi di tingkat Dunia.
“Banyak negara membutuhkan tenaga pengelasan Dasar air (underwater welding) oleh karena itu diharapkan Universitas Hang Tuah Dapat mentraining Kepada melaksanakan Underwater Welding,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa momentum Dies Natalis bukan sekadar perayaan, melainkan menjadi ruang Cerminan dan konsolidasi Kepada memperkuat peran strategis sektor kemaritiman dalam pembangunan daerah maupun nasional.
“Penguatan sektor kemaritiman harus ditopang oleh SDM yang unggul, adaptif, dan berdaya saing Dunia. Inilah kunci agar Jawa Timur Pandai memainkan peran strategis dalam industri pertahanan maritim nasional,” jelasnya.
Gubernur Khofifah turut menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-39 Universitas Hang Tuah serta Asa agar institusi tersebut Lanjut berkontribusi dalam pengembangan SDM maritim Indonesia.
Sementara itu, Rektor Universitas Hang Tuah, Laksamana Muda (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, menyampaikan komitmen pihaknya Kepada Lanjut bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung peningkatan kualitas SDM, khususnya di bidang kelautan dan kemaritiman.
“Sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi di Jawa Timur, UHT siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dalam mencetak SDM Unggul, memperkuat riset dan Hasil karya serta mendukung pembangunan daerah yang inklusif,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Universitas Hang Tuah Lanjut memperkuat program pengabdian kepada masyarakat, khususnya di Area pesisir, melalui program desa binaan yang mencakup pendampingan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan literasi masyarakat.
“Kami berharap program pengabdian ini akan bersinergi dengan program Pemprov Jatim sehingga keberadaan UHT Bukan hanya dirasakan di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan manfaat dan Akibat langsung bagi masyarakat luas, khususnya di Jawa Timur,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah berkesempatan melakukan penandatanganan Kesepakatan Berbarengan antara Pemprov Jawa Timur dan Universitas Hang Tuah tentang kerja sama pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan sumber daya Sosok.
Perjanjian Kesepakatan Berbarengan yang dilakukan bertujuan Kepada mengoptimalkan pendayagunaan sumber daya sehingga terwujudnya pelayanan kepada masyarakat Jawa Timur.
Melalui penandatanganan perjanjian kesepakatan Berbarengan tersebut diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap penguatan sumber daya Sosok, pengembangan riset terapan dan pemberdayaan masyarakat. (tok/but)
