Bupati Lumajang Ingatkan Kepala SPPG Tak Main Curang: Kepala BGN Saja Dapat Dicopot

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Informasi:

  • Bupati Lumajang mengingatkan seluruh Kepala SPPG agar menjalankan Program Makan Bergizi Gratis sesuai aturan.
  • Begitu ini terdapat 55 SPPG atau dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Lumajang.
  • Pemkab Lumajang meminta para camat ikut mengawasi Penyelenggaraan program di lapangan.
  • Bupati berharap Penilaian di BGN dapat meningkatkan kualitas Penyelenggaraan Program MBG.

Lumajang (Liputanindo.id) – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diingatkan Kepada Enggak bermain curang dalam menjalankan tugasnya mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pesan tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyusul pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebagai informasi, Begitu ini terdapat 55 SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah beroperasi di Kabupaten Lumajang.

Menurut Indah, pergantian pimpinan BGN menunjukkan adanya komitmen pemerintah Kepada melakukan Penilaian terhadap Penyelenggaraan program prioritas nasional.

Meski demikian, Kepala SPPG Enggak dilarang memperoleh keuntungan selama tetap menjalankan tugas sesuai ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan BGN.

“Kepala BGN saja Dapat dicopot, apalagi hanya sekadar Kepala SPPG, itu saja yang harus diingat,” kata Indah, Kamis (11/6/2026).

Indah mengaku selama ini cukup banyak Penduduk Lumajang yang menyampaikan keluhan terkait Penyelenggaraan Program MBG melalui pesan WhatsApp yang dikirim langsung kepadanya.

Kepada menindaklanjuti berbagai masukan tersebut, Pemkab Lumajang telah menginstruksikan seluruh camat di 21 kecamatan agar ikut melakukan pemantauan sehingga Program MBG dapat berjalan sesuai Cita-cita.

Selanjutnya, ia berharap Penilaian setelah pergantian kepemimpinan di BGN dapat meningkatkan kualitas Penyelenggaraan program di lapangan.

Dengan demikian, keluhan masyarakat terhadap Program MBG di Kabupaten Lumajang diharapkan Lalu berkurang.

“Mudah-mudahan ke depan pengaduan yang masuk melalui WhatsApp saya semakin berkurang dan habis,” ungkap Indah. [has/beq]