Kementerian Pertanian siap menggelontorkan Sokongan pompa air guna mempertahankan produktivitas padi di Provinsi Jawa Tengah di tengah ancaman kemarau panjang pada Senin, 20 Juli 2026. Langkah taktis ini diambil setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajukan permohonan Formal Sokongan fasilitas pengairan demi menjaga stabilitas pasokan pangan daerah, seperti dilansir dari Detikcom. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi tinggi terhadap performa sektor agraris Jawa Tengah yang kini menduduki peringkat kedua produsen beras nasional terbesar.
Selain menyetujui penambahan alokasi alat irigasi, pihak kementerian juga menjanjikan dukungan berupa benih komoditas jagung serta padi, berikut alat mesin pertanian pendukung seperti traktor.
“Pak Gubernur Ahmad Luthfi ini hebat, penopang pangan Indonesia. Beliau itu Giat sekali. Saya lihat kerja beliau itu, Jawa Tengah penghasil beras nomor dua sekarang,” kata Amran dalam keterangannya, Senin (20/7/2026). Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Begitu menghadiri peletakan batu pertama proyek peternakan sapi Peras terpadu di Kabupaten Brebes.
Pihak kementerian mencatat pemenuhan swasembada pangan yang ditargetkan dalam empat tahun kini dapat tercapai lebih Segera dalam kurun waktu satu tahun berdasarkan data badan pangan dunia. “Pompa dan irpom (irigasi perpompaan), bantu semuanya. Jangan Tiba petani Jateng kekurangan pompa dan kekurangan air.
Kemarin sudah Eksis dua ribu pompa itu sudah Tiba belum, nanti Saya tambah Kembali lima ribu. Jadi sekarang (total) tujuh ribu dulu,” katanya Begitu menanggapi Ahmad Luthfi yang sudah bersurat kepada Kementan terkait kebutuhan pompa air.
Pada sisi lain, Sasaran produksi padi Jawa Tengah dari pemerintah pusat Buat periode 2026 mengalami peningkatan signifikan menjadi 10,5 juta ton dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 9,7 juta ton. Demi merealisasikan Sasaran tersebut, jajaran pemerintah daerah berkomitmen mengamankan kawasan Lahan Sawah Dilindungi melalui koordinasi ketat dengan kementerian terkait. “Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional, sehingga lahan pertaniannya harus kita pertahankan,” katanya.
Gubernur Ahmad Luthfi sebelumnya juga telah menginstruksikan penguatan kesiapsiagaan potensi bencana kekeringan melalui penerbitan surat edaran Formal sejak awal Juni.
Upaya mitigasi Akibat kemarau juga dioptimalkan lewat pengecekan kapasitas tampung embung serta pendistribusian jutaan liter air Rapi ke belasan Kawasan kabupaten yang berstatus siaga kekeringan.
