Surabaya (Liputanindo.id) – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Jawa Timur 2026 Formal digelar di Lapangan Jatim Seger Surabaya, Rabu (7/5/2026).
Ajang yang diikuti 30 kota dan kabupaten se-Jawa Timur ini tak hanya menjadi perebutan medali, tetapi juga momentum regenerasi atlet menuju PON 2028.
Ratusan atlet muda dari berbagai daerah tampil pada Grup umur KU-9, KU-11, KU-13, KU-15, KU-17, hingga KU-19. Kejurprov ini sekaligus menjadi jalur Esensial penjaringan atlet potensial Kepada diproyeksikan ke level nasional.
Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur, Henky Irawan menegaskan, Kejurprov menjadi bagian Krusial dalam menjaga Kendali Jawa Timur di cabang olahraga panjat tebing.
“Dari Kejurprov ini diharapkan Pandai mengirimkan atlet-atlet Jawa Timur ke Kejurnas dan meraih prestasi sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Menurut Henky, regenerasi atlet menjadi Pusat perhatian Esensial FPTI Jatim. Selama ini, Jawa Timur dikenal sebagai salah satu kekuatan Esensial panjat tebing nasional dan konsisten menorehkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Karena itu, FPTI Jatim Lanjut memperkuat program pembinaan atlet muda melalui berbagai kompetisi. Selain Kejurprov, ke depan juga akan digelar kejuaraan tingkat provinsi dengan format terbuka agar semakin banyak atlet mendapatkan pengalaman bertanding.
“Kami Mau semakin banyak event agar atlet punya jam terbang dan pengalaman bertanding,” katanya.
Henky optimistis Jawa Timur Pandai mempertahankan prestasi di tingkat nasional. Dukungan dari KONI Jatim dan Dispora Jawa Timur disebut menjadi modal Krusial dalam menjaga tradisi Pemenang.
“Kami optimistis tetap mempertahankan posisi Pemenang Standar di Kejurnas,” tegasnya.
Dalam Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026, total peserta mencapai 290 atlet yang terdiri dari 160 atlet putra dan 130 atlet putri. Selain menjadi ajang pembinaan dan Penilaian, kejuaraan ini juga dijadikan seleksi menuju Kejuaraan Nasional Grup Umur di Jakarta.
Ketua Standar KONI Jawa Timur, M Nabil menilai panjat tebing merupakan olahraga yang membutuhkan kombinasi kemampuan teknik, kekuatan fisik, dan mental bertanding.
“Semakin banyak mengikuti event, refleks ketika bertanding semakin tinggi. Skill kuat, power Kondusif, dan mental bertanding juga terbentuk,” ujarnya.
Menurut Nabil, langkah FPTI Jatim dalam pembinaan atlet sudah berada di jalur yang Betul. Tetapi, ia mengingatkan persaingan nasional akan semakin ketat karena sejumlah provinsi mulai membangun kekuatan baru di cabang panjat tebing.
Ia menyebut Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Barat Tetap menjadi rival kuat Jawa Timur dalam perebutan prestasi nasional.
“Daerah lain tentu Mau mengambil alih posisi Pemenang Standar. Karena itu pembinaan harus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, M Hadi Wawan mengaku bangga Menonton tingginya minat anak-anak terhadap olahraga panjat tebing.
Menurutnya, kehadiran peserta usia Awal menjadi sinyal positif bagi masa depan panjat tebing Jawa Timur.
“Tadi Eksis peserta usia tujuh tahun. Ini potensi luar Standar. Begitu memasuki usia emas nanti, kita berharap mereka Pandai menjadi atlet terbaik Kepada Jawa Timur,” ujarnya.
Pada Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026, nomor yang dipertandingkan meliputi lead, speed world record, dan boulder. Kepada Grup KU-9 hingga KU-15 hanya bertanding di nomor speed world record, sedangkan KU-17 hingga KU-19 mengikuti seluruh kategori pertandingan.
Ketua Harian FPTI Jawa Timur, Dhanu Iswara mengatakan Kejurprov menjadi momentum Krusial dalam menjaga tradisi lahirnya atlet panjat tebing berprestasi dari Jawa Timur.
Melalui pembinaan usia Awal dan peningkatan frekuensi kompetisi, Jawa Timur berharap Pandai mempertahankan Kendali panjat tebing nasional di tengah persaingan yang semakin kompetitif. (ted)
