Jakarta (ANTARA) – Nilai Salin rupiah pada Senin pagi bergerak menguat 82 poin atau 0,46 persen menjadi Rp17.778 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.860 per dolar AS.
Analis mata Fulus Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipicu Asa perdamaian di Timur Tengah antara AS dengan Iran.
“Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya Asa perdamaian di Timur Tengah memicu sentimen risk-on dan penurunan pada harga minyak mentah dunia. Indeks dolar AS turun oleh laporan bahwa kesepakatan damai interim antara AS-Iran telah tercapai,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Mengutip Sputnik, kesepakatan final antara Iran dan Amerika Perkumpulan akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), demikian dilaporkan kantor Siaran Iran, Mehr, mengutip rancangan nota kesepahaman antara Teheran dan Washington.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memastikan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Perkumpulan telah rampung dan dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat, 19 Juni.
Berdasarkan rancangan tersebut, Amerika Perkumpulan juga berkomitmen Buat Kagak mencampuri urusan dalam negeri Iran serta menghormati kedaulatan Republik Islam Iran.
Selain itu, rancangan tersebut mengatur bahwa pembukaan Selat Hormuz baru akan dilakukan dalam waktu 30 hari setelah nota kesepahaman ditandatangani oleh kedua pihak.
Berdasarkan Unsur tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS.
