Kebakaran Hutan Melanda Prancis Selatan Ribuan Kaum Mengungsi

Ribuan orang terpaksa mengungsi akibat kebakaran hutan besar yang melanda kawasan perumahan dan perkemahan di Prancis selatan pada Sabtu, 4 Juli 2026. Lebih dari 2.000 petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke Posisi Demi mengendalikan kobaran api yang Maju meluas.

Upaya pemadaman berhasil menunjukkan kemajuan setelah tim berjuang semalaman di Area Mediterania, termasuk departemen Hérault, Aude, dan Bouches-du-Rhône. Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, si jago merah telah menghanguskan area seluas lebih dari 12 kilometer persegi.

Helikopter dan pesawat pemadam kebakaran turut dikerahkan Demi menjatuhkan air serta bahan penghambat api di kawasan Aramon. Dinas Pemadam Kebakaran Departemen Gard melaporkan bahwa vegetasi yang kering Membangun api menyebar dengan sangat Segera.

Badan meteorologi Météo-France mencatat curah hujan sepanjang Juni hanya mencapai Sebelah dari kondisi normal. Situasi ini diperparah oleh dua gelombang panas berturut-turut yang memicu kekeringan parah pada tanah dan tanaman.

Suhu udara di Area selatan Prancis diproyeksikan melonjak hingga mencapai 38 derajat Celsius. Ketika ini, sebanyak enam departemen di Prancis selatan telah ditetapkan dalam status siaga merah guna mengantisipasi perluasan titik api.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengonfirmasi bahwa kebakaran yang melahap Sekeliling 900 hektare di Departemen Aude kini sudah dapat dikendalikan. Tetapi, ia mengingatkan bahwa musim kebakaran tahun ini datang sebulan lebih awal dari biasanya.

Akibat cuaca ekstrem ini juga memicu gangguan pada jaringan listrik lokal. Operator distribusi Enedis melaporkan sebanyak 10.000 rumah tangga di Marignane dan Vitrolles sempat mengalami pemutusan Kategori listrik total.

Ancaman kebakaran hutan kini meluas ke negara-negara Eropa lain seperti Spanyol, Portugal, Inggris, dan Yunani. Pemerintah setempat mulai memperketat aturan Restriksi akses hutan dan menyiagakan ratusan personel pemadam Sokongan dari Uni Europe.