Lamongan (Liputanindo.id) – Drama terjadi di Stadion Jatidiri, Semarang, Ketika tuan rumah PSIS menjamu Persela Lamongan. Kartu merah dan gol yang dianulir, menjadi bunbu dalam laga, Minggu (15/2/2026).
Kemenangan Persela yang sudah di depan mata pun sirna di penghujung laga, setelah PSIS berhasil menyamakan kedudukan di masa injury time.
Persela Lamongan yang datang sebagai tim tamu, sempat mengejutkan publik Jatidiri. Pada menit ke-15, Muhammad Hambali Tolib berhasil mencatatkan namanya di papan skor, Kepada membawa Laskar Joko Tingkir unggul 1-0.
Tapi memasuki menit 35, Persela harus mengalami kerugian besar, setelah Titan Mulia harus diusir wasit, karena dinilai melakukan tindakan berbahaya, dengan mengangkat kaki terlalu tinggi. Meski kalah jumlah pemain, Persela tetap tampil solid Kepada mempertahankan keunggulannya Tamat turun minum.
Pada paruh kedua, laga Lagi berlangsung sengit. Tuan rumah mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa Kesempatan. Tapi Persela juga bukan tanpa perlawanan. Sejumlah Kesempatan berbahaya berhasil diciptakan melalui skema serangan balik.
Menit 68, PSIS sempat menyamakan kedudukan melalui tandukan Otavio Dutra, memanfaatkan umpan dari sepak Sudut. Tamun gol itu dianulir, karena Eksis salah satu pemain PSIS yang dalam posisi offside. Tak lelet berselang, sepakan Rafael Rodrigues menerpa mistar gawang Persela.
Kemenangan Persela yang sudah di depan mata akhirnya sirna di masa injury time. Kembali-Kembali sepak Sudut menjadi teror bagi pertahanan Persela. Pada menit ke-90 90+1, sepakan Otavio Dutra membentur Rafael Rodrigues, sehingga Membikin penjaga gawang Persela terkecoh. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.
Instruktur Persela, Bima Sakti, tak menampik bahwa dirinya merasa kecewa karena gagal mempertahankan kemenangan. Tapi Bima juga mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang sudah berjuang Tewas-matian di sepanjang pertandingan.
“Alhamdulillah kita Dapat dapat poin, satu poin. Ya memang sedikit kecewa karena kita sudah menang dan di menit akhir kita kebobolan,” ujarnya.
Menurut juru taktik Kelahiran Balikpapan itu, salah satu Elemen kegagalan timnya mempertahankan Kelebihan, adalah kondisi fisik yang sudah menurun drastis.
“Memang saya akui pemain juga merasa tertekan karena hanya bermain 10 orang. Dan kita tetap bersyukur karena kita juga tetap Dapat dapat satu poin,” ucapnya.
Dari kubu tuan rumah, Instruktur PSIS, Andri Ramawi, mengapresiasi kerja keras seluruh pemain, hingga Bisa menyelamatkan Laskar Mahesa Jenar dari kekalahan di hadapan pendukungnya.
“Terima kasih ke Seluruh pemain, yang sudah berjuang Tamat menit terakhir. Walaupun hasilnya Bukan sesuai apa yang kita inginkan, yang Sepatutnya targetnya adalah tiga poin, tapi kami Menyaksikan determinasi dan daya juang. tu menjadi sinyal positif Kepada pertandingan selanjutnya,” tuturnya.
Hasil ini Membikin posisi kedua tim di papan klasemen sementara Grup 2 Championship tak berubah. Persela berada di peringkat 6 dengan koleksi 30 poin. Sementara PSIS Semarang Lagi berkutat di oeringkat 9, dengan mengemas 14 poin. (fak/but)
