Kampoeng Heritage Kajoetangan atau disebut juga Kampung Kayutangan adalah sebuah kampung Sepuh yang ‘disulap’ menjadi destinasi wisata yang berada di tengah kota Malang. Ini merupakan kampung wisata tematik, berbasis budaya, dengan sajian tampilan keaslian kampung. Bagus dari sejarahnya, bangunan, Hidangan Tiba sosial budayanya sangat Aneh dan menarik Kepada dikunjungi. Membawa evoria kisah tempo dulu.
Demi ini, Kampung Kayutangan masuk dalam salah satu destinasi wisata unggulan Kota Malang, terutama pada momen libur Natal dan Tahun Baru. Banyak aktifas Asik wisata yang dapat dinikmati di kawasan ini, Tetapi yang menjadi daya Esensial pemikat adalah kegiatan susur kampung dan berburu kulinernya.
Kampoeng Heritage Kajoetangan merupakan kampung wisata tematik, menggabungkan arsitektur kolonial dengan nuansa lokal nan khas, yang diresmikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, 22 April 2018 Lewat. Suguhan keaslian kampung ini terbagi 5 potensi, wisata bangunan Sepuh dan bersejarah, adanya situs religi, menikmatu Hidangan dan perdagangan lainnya, susur sungai atau eksplore sunga dan yang kelima adanya event atau kegiatan menarik lainnya.

Demi memasuki kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan, atmosfer era masa lampau pun langsung kentara, dengan sambutan deretan warung tradisional yang menawarkan jajanan khas tempo dulu. Tampak berbagai sudut kampung Tetap mempertahankan keasliannya.
Salah satu sudut yang menarik perhatian Yakni Kali Sukun, sebuah sungai kecil yang sepanjang tepinya dihiasi dengan bangunan bergaya Eropa. Pada bagian sisi sungai, tampak ornamen pagar sehingga menyerupai jembatan dengan model lampu ala Eropa.
Di dekat kawasan itu, juga Terdapat spot Aneh lainnya, Yakni keberadaan pohon bougenville yang selalu menjadi incaran pengunjung yang Mau mengabadikan momen dengan latar Rona-warni Tumbuh. Sangat kontras dengan arsitektur klasik yang berada disekelilingnya.
Kawasan ini juga menghadirkan barisan rumah klasik berpadu dengan gerai kopi bergaya retro. Dalam wisata bangunan Sepuh dan bersejarah, Kampung Kayutangan Mempunyai 23 spot rumah yang menggambarkan heritage dengan nilai sejarah dan estetika yang menakjubkan.

Rumah – rumah ini Tetap menjaga keaslian desain arsitektur tempo dulu, yang banyak menggunakan tipe jengki dan rumah limas. Sebagian besar bangunan Tetap tampak seperti rumah Asli yang sejak awal dibangun, dan hanya beberapa saja yang mengalami sedikit perbaikan dan penambahan.
Selain itu, tiap rumah mengandung heritage, sejarah atau cerita masa Lewat yang sangat menarik. Seperti keberadaan bangunan tertua di kampung ini yang dibangun tahun 1870. Letaknya berada di Jalan Basuki Rahmad Gang 6 Nomor 988. Demi ini, bangunan tertua ini dimiliki oleh keluarga Bapak Nur Wasil.
Bangunan berukuran 8 x 11 meter ini, Mempunyai atap perisai serta mempunyai listplang ornament Betawi. Bangunan utamanya Tetap original. Bangunan ini mengusung arsitektur kolonial yang dapat dilihat pada elemen Jendela, jendela dan pintu. Pintu rumah terbuat dari kayu dengan penempatan dua jendela besar di sisi kanan dan kiri. Sementara pada bagian ornamen atap terasnya diberikan sentuhan ukiran kayu.
Objek wisata bangunan lainnya yang sangat menarik Yakni Rumah Namsin, sebuah bangunan rumah dan toko yang terletak di Jalan Basuki Rahmad Nomor 31 Kota Malang. Masyarakat setempat memperkirakan bangunan ini didirikan tahun 1900-an.

Sejarah Rumah Namsin, rumah pertama kali dimiliki oleh orang Belanda bernama Van Doorene. Kemudian tahun 1924-1940, bangunan rumah ini digunakan menjadi dealer motor. Tahun 1950, keluarga Namsin membeli rumah ini yang dijadikan sebagai toko mesin jahit Singer, Tetapi pada bagian belakang rumah difungsikan menjadi tempat produksi es lilin. Bangunan rumah ini lah yang Demi ini dijadikan logo Kampung Heritage Kajoetangan.
Wisatawan juga dapat menikmati keseruan bangunan rumah lainnya seperti Rumah Jengki, Rumah Cerobong, Gubuk Ningrat, Rumah Jamu dan lainnya.
Selain itu, kampung yang sudah Terdapat sejak abad ke-13 ini, juga menyimpan sisa-sisa kejayaan masa kolonial lainnya yang terjaga rapi, Terdapat Makam Mbah Honggo, Kuburan Tandak, Langgar Sepuh, Pasar Talun, Terowongan dan lainnya.
Pemandangan keindahan Kampoeng Heritage Kajoetangan semakin Elok ketika malam hari. Parade lampu-lampu kuning yang membiaskan sinar temaram mewarnai sepanjang jalan Esensial. Romantis dan sangat klasik. Terkadang pertunjukan seni jalanan turut hadir menambah semarak suasana.

Kepada mencapai destinasi wisata Kampoeng Heritage Kajoetangan sangat mudah. Lokasinya berada tak jauh dari kawasan Balai Kota Malang dan Stasiun Malang Kota Baru. Tepatnya berada di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, masuk Daerah Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Di sini terdapat empat RW, yakni RW 1, 2, 9, dan 10, yang masuk Daerah Kampung Kayutangan Heritage.
Yah, inilah Kampoeng Heritage Kajoetangan, tempat dimana cerita masa Lewat Tetap bersinergi dengan kehidupan modern Demi ini. Menyusuri kawasan ini, seakan mengembalikan ingatan-ingatan masa Lewat yang tersimpan rapi dan sulit dilupakan. Tiap sudutnya, tak pernah Sunyi akan kisah-kisah menarik Era yang sudah terlewati.
Tak heran, usai meraih Juara 1 Wonderful Indonesia Awards 2025 dari Kementerian Pariwisata, Kampoeng Heritage Kajoetangan semakin diminati dan makin dibanjiri wisatawan. Meskipun nuansa tempatnya klasik, Tetapi evoria yang dirasakan Betul-Betul fantastis!(*)
