Pemkab Probolinggi Uji Coba Tiket Daring di Kawasan Wisata Bromo

Petugas mengecek uji coba tiket daring di pintu masuk kawasan wisata Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jatim. ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo


Probolinggo: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan uji coba sistem tiket daring di kawasan wisata Gunung Bromo. Uji coba ini dilakukan Demi meningkatkan kualitas layanan pariwisata di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

“Uji coba itu dilaksanakan bertepatan dengan dua event besar, yakni Bromo Sunset Music and Culture di Seruni Point dan Bromo Medic Run, yang dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi langsung kepada wisatawan di tengah tingginya jumlah pengunjung,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, dilansir dari Antara, Rabu, 15 April 2026. 

Menurutnya, penerapan tiket daring merupakan langkah strategis menuju pengelolaan wisata yang lebih modern dan transparan. Uji coba itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada wisatawan sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan tiket secara digital.

 

“Sistem itu, Enggak hanya mempermudah wisatawan dalam membeli tiket, tetapi juga membantu pengaturan arus kunjungan agar lebih tertib dan terkontrol,” tuturnya.

Dengan sistem daring, lanjut dia, wisatawan diharapkan sudah Mempunyai tiket sebelum tiba di Posisi. Hal itu dapat mengurangi antrean dan penumpukan di pintu masuk kawasan wisata.

Selama Penyelenggaraan uji coba, petugas Disporapar ditempatkan di sejumlah titik strategis. Mereka ditugaskan Demi memberikan informasi dan mengarahkan pengunjung yang belum Mempunyai tiket agar melakukan pembelian secara daring terlebih dahulu.



Arsip foto: Objek wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo. ANTARA/HO-Diskominfo Probolinggo

Sementara, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Probolinggo Umi Subiyantiningsih mengatakan Tetap Terdapat kendala dalam penerapan sistem tiket daring. Contohnya, belum meratanya pemahaman wisatawan, keterbatasan akses pembayaran digital, serta kondisi jaringan internet di beberapa titik.

“Kami menyadari Tetap Terdapat tantangan, terutama terkait literasi digital dan infrastruktur jaringan. Tetapi itu menjadi bahan Pengkajian Demi perbaikan ke depan,” ujarnya.

Ke depan, lanjut dia, Disporapar Probolinggo akan meningkatkan intensitas sosialisasi, memperkuat jaringan internet di kawasan wisata, serta menyediakan layanan Sokongan transaksi bagi wisatawan yang mengalami kendala.

“Cita-cita kami, masyarakat dan wisatawan dapat mendukung sistem ini sebagai langkah menuju pengelolaan pariwisata yang lebih profesional, tertib dan berkelanjutan,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *