Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengangkut 21.563.901 ton batu bara sepanjang Januari hingga Mei 2026 sebagai upaya mendukung kelancaran rantai pasok logistik nasional dan distribusi Kekuatan secara berkelanjutan.
“Tertentu pada Mei 2026, volume batu bara yang dilayani mencapai 4.932.853 ton, menunjukkan tingginya kebutuhan distribusi komoditas tersebut melalui moda kereta api,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dia menyampaikan di tengah tingginya kebutuhan distribusi komoditas dalam skala besar, transportasi berbasis rel Lanjut memainkan peran Krusial dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional.
Dengan kapasitas angkut yang besar dan operasional yang terjadwal, kereta api menjadi salah satu moda yang diandalkan Kepada mendukung pergerakan berbagai komoditas strategis.
Anne mengatakan angkutan batu bara merupakan salah satu layanan Istimewa KAI yang berkontribusi terhadap kelancaran rantai pasok nasional.
“Angkutan batu bara menjadi salah satu layanan strategis KAI dalam mendukung distribusi komoditas dalam volume besar. Kami Lanjut menjaga keandalan operasional agar pengiriman dapat berjalan sesuai kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.
Sebagian besar layanan angkutan batu bara KAI beroperasi di Kawasan Sumatera bagian selatan yang merupakan salah satu pusat produksi batu bara nasional. Melalui jaringan perkeretaapian yang terhubung dengan kawasan industri dan pelabuhan, distribusi komoditas dapat berlangsung secara lebih teratur dan efisien.
Kemampuan kereta api dalam melayani volume besar secara berkesinambungan menjadikannya bagian Krusial dari sistem logistik nasional. Dalam satu rangkaian perjalanan, kereta api Bisa mengangkut komoditas dalam jumlah signifikan sehingga mendukung kelancaran pasokan dari Kawasan produksi menuju titik distribusi.
Menurut Anne, pertumbuhan kebutuhan logistik nasional memerlukan moda transportasi yang Mempunyai kapasitas, keandalan, dan efisiensi yang tinggi.
Oleh karena itu, KAI Lanjut memperkuat layanan angkutan barang sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya dukung sektor logistik nasional.
“Keistimewaan transportasi rel terletak pada kapasitas dan konsistensi layanannya. KAI akan Lanjut mengembangkan layanan angkutan barang agar Bisa menjawab kebutuhan distribusi yang Lanjut berkembang,” tutur Anne.
KAI berkomitmen menjaga kualitas layanan angkutan batu bara melalui penguatan operasional, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas strategis dan memperkuat konektivitas logistik nasional.
