Jelang Muktamar NU, Gus Salam Apresiasi Perhimpunan PWNU: Organisasi Jangan Buntu

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Langkah PWNU se-Indonesia membentuk Perhimpunan, kemudian menyatakan sikapnya kepada PBNU menjadi upaya yang Cocok ditengah kebuntuan komunikasi, koordinasi dan konsolidasi PBNU dalam menjalankan kewajibannya. Kewajiban PBNU Ketika ini adalah menyelenggarakan Konbes, Munas Alim Ulama dan Muktamar ke-35 NU sesuai jadwal yang ditetapkan.

Dikatakan buntu karena fakta pernyataan, antara Ketua Biasa PBNU, Gus Yahya, Waketum, Lora Amin Said dan Sekjend, Gus Ipul Tak saling Sesuai menggambarkan kemajuan Konkret menuju kepastian Penyelenggaraan 3 kegiatan wajib bagi PBNU jelang akhir masa jabatannya. Bahkan, ketiganya terkesan saling membela diri dan mengarahkan kelemahan kepada yang lain.

Perhimpunan PWNU sendiri terbentuk sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antar PWNU se-Indonesia pada 22 April 2026. Bersamaan dengan pertemuan zoom meeting yang diikuti 23 ketua PWNU se-Indonesia Demi mengkoordinasikan sikap Berbarengan atas Penyelenggaraan munas alim ulama dan konbes yang hingga Ketika ini belum Terdapat kejelasan dari PBNU.

KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua PWNU Jawa Tengah, yang kemudian didaulat mewakili Perhimpunan, dalam narasi resume zoom meeting, 22 April 2026 yang beredar, menyatakan bahwa Perhimpunan PWNU digunakan Demi merespon masalah dan kebuntuan NU melalui jalan Muktamar.

“Pusat perhatian mendiskusikan solusi atas dinamika, masalah dan kebuntuan-kebuntuan di NU melalui jalan Muktamar. Bukan membahas tentang suksesi siapa yang akan dicalonkan atau mencalonkan,” ungkap Gus Rozin dalam narasi resume tertulis.

“Mengerucutkan kesamaan ide dan gagasan Demi mendorong terlaksananya Munas dan Konbes yang Tamat Ketika ini belum Terang. Menghadap Pejabat PBNU, sebagai daya dorong Demi terselenggaranya Muktamar,” tambahnya.

KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang dimintai tanggapan tentang Perhimpunan PWNU, Ketika silturrahmi ke tokoh NU DKI Jakarta, KH Syukron Makmun, menyampaikan apresiasinya terhadap sikap dan motivasi Perhimpunan PWNU se-Indonesia.

“Saya mengapresiasi Perhimpunan PWNU dan sepakat dengan salah satu upayanya, mendorong agar Muktamar ke-35 NU segera terlaksana sesuai rencana,” kata Gus Salam.

“Apa yang dilakukan Perhimpunan PWNU adalah terobosan besar paska ishlah di Kediri. Upaya konkrit dalam memecah kebuntuhan di internal PBNU, akibat dari konflik sekian Pelan,” tambahnya.

Gus Salam menceritakan kembali resolusi konflik PBNU yang diinisiasi oleh sesepuh NU dan masyayikh pesantren di akhir tahun 2025. Dan, dalam resolusi itu ditegaskan Demi segera menyelenggarakan Muktamar dengan kepanitiaan Berbarengan; bersifat rekonsiliatif. Supaya conflict of interest Tak Kembali mendominasi langkah-langkah menuju Muktamar.

“Saya berharap Perhimpunan PWNU sepenuhnya mengedepankan kepentingan jam’iyyah. Mendorong PBNU agar tegas dan Terang segera menyelenggarakan konbes, munas alim ulama dan muktamar, sesuai jadwal,” ujar Gus Salam.

“Mudah-mudahan Perhimpunan PWNU Tak terjebak dan terbawa arus kepentingan para pihak di PBNU. Independensinya harus terjaga betul, dan hal itu perlu dikomunikasikan serta ditindaklanjuti hingga ke PCNU-PCNU,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, salah satu isi keputusan rapat Perhimpunan PWNU, 27 April 2026, yang kemudian disampaikan secara Formal kepada Rais Aam dan Ketua Biasa PBNU adalah klausul “apabila Tamat dengan bulan Agustus 2026, Muktamar belum diselenggarakan, maka PWNU dan PCNU menyatakan sikap mosi Tak percaya kepada PBNU”.

Terhadap klausul yang disampaikan Perhimpunan PWNU kepada PBNU tersebut, Gus Salam meminta Perhimpunan PWNU agar turut berkontribusi aktif dan mengawal kelancaran Penyelenggaraan Muktamar sesuai jadwal.

“Perhimpunan PWNU Pandai mengusulkan road-map menuju Muktamar on schedule. Ya, semacam rekomendasi kepada Panitia Muktamar PBNU agar melakukan langkah-langkah Konkret dan tahapan secara terencana,” ungkap Gus Salam.

“Itu kan kontribusi Konkret Demi perbaikan organisasi. Supaya Tak terperangkap pada kebuntuan-kebuntuan yang sebenarnya Pandai diselesaikan,” pungkasnya. (tok/aje)