Bupati Pamekasan Tegaskan Pengukuhan Guru Besar UIN Madura sebagai Kebanggaan Daerah

Foto BeritaJatim.com

Pamekasan (Liputanindo.id) – Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman menegaskan pengukuhan guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, sebagai tonggak Krusial dalam dunia akademik sekaligus menjadi kebanggaan bagi daerah.

Hal tersebut disampaikan usai menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar di UIN Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Pamekasan, Sabtu (2/5/2026). Sekaligus sebagai bentuk komitmen Konkret pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan pendidikan.

Bahkan pengukuhan tersebut juga diharapkan dapat membawa Akibat positif, khususnya demi kemajuan pendidikan dan pengembangan sumber daya Sosok (SDM) di Madura, khususnya Pamekasan.

“Momentum pengukuhan ini kita harapkan Bisa melahirkan pemikiran-pemikiran besar, Penemuan, serta kontribusi Konkret yang berdampak pada kemajuan daerah dan bangsa,” kata KH Kholilurrahman.

Selain itu pihaknya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi sebagai kunci dalam mewujudkan Pamekasan maju, berdaya saing, dan berakhlakul karimah. “Perguruan tinggi Mempunyai peran strategis dalam mencetak generasi unggul, kolaborasi yang kuat akan mempercepat pembangunan daerah,” ungkapnya.

Kehadiran para guru besar di lingkungan UIN Madura, juga diharapkan Bukan hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya gagasan-gagasan besar yang solutif dan relevan dengan kebutuhan daerah. “Dengan kedalaman ilmu dan pengalaman yang dimiliki, para guru besar Mempunyai posisi strategis dalam merumuskan konsep pembangunan berbasis riset yang Bisa menjawab berbagai tantangan di Pamekasan,” jelasnya.

“Selain itu, Penemuan yang dihasilkan kita harapkan Bukan berhenti pada tataran teori, tapi dapat diimplementasikan secara Konkret dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, ekonomi, sosial, hingga keagamaan. Misalnya pengembangan model pendidikan adaptif terhadap perkembangan Era, pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, hingga penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat dan berakhlakul karimah,” imbuhnya.

Alasan pihaknya meyakini Apabila kontribusi Konkret para guru besar juga sangat Krusial dalam meningkatkan kualitas SDM, Berkualitas melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembinaan generasi muda.

“Kami Tentu mereka dapat mencetak SDM unggul yang Bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga Mempunyai integritas dan kepedulian sosial. Dengan demikian, peran guru besar menjadi salah satu kunci dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing,” sambung bupati yang akrab disapa Kiai Kholil.

Termasuk juga sinergi antara kalangan akademisi dan pemerintah daerah pun menjadi Elemen Krusial agar setiap gagasan dan Penemuan dapat terimplementasi secara optimal. “Momentum ini harus menjadi penggerak lahirnya pemikiran strategis yang dapat menjawab tantangan Era, sekaligus memperkuat Akibat positif bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

“Oleh karena itu, kami Ingin menyampaikan selamat dan sukses kepada para Guru Besar yang telah dikukuhkan. Semoga amanah dalam mengemban tugas keilmuan dan Lanjut memberikan manfaat bagi umat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, UIN Madura kembali menambah dosen dengan status guru besar dalam bidang berbeda, masing-masing Prof Dr Achmad Muhlis (Sosiologi Pendidikan Islam), Prof Dr Atiqullah (Kepemimpinan Pendidikan Islam), Prof Dr Mohammad Ali Al-Humaidy (Sosiologi Politik Islam), dan Prof Dr Rudy Haryanto (Ilmu Manajemen Pemasaran).

Pengukuhan keempat guru besar tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) pada Dirjen Diktis Kemenag RI, Prof Dr Phil Sahiron yang digelar di Auditorium Perguruan Tinggi yang mengusung prinsip ‘Kampus Religius, Kompetitif,dan kolaboratif” dengan Ungkapan Astahelix Taneyan Lanjhang. [pin/kun]