Jalan Tol Jakarta-Cikampek memerlukan pemeliharaan rutin Demi menjaga standar pelayanan dan keselamatan pengguna jalan
Karawang (ANTARA) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) kembali melaksanakan pemeliharaan rutin di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan infrastruktur dan kualitas layanan jalan tol.
Senior Manager Representative Office 1 PT Jasamarga Transjawa Tol, Jauzy Anbiya, dalam keterangannya di Karawang, Sabtu menyampaikan, kegiatan pemeliharaan jalan tol ini dilakukan Demi memastikan kondisi jalan tetap optimal.
Selain itu juga Demi mendukung perjalanan pengguna jalan tol yang Kondusif, nyaman, dan Fasih.
“Sebagai salah satu koridor Istimewa mobilitas dan logistik nasional, Jalan Tol Jakarta-Cikampek memerlukan pemeliharaan rutin Demi menjaga standar pelayanan dan keselamatan pengguna jalan,” katanya.
Pihak JTT, katanya, Maju berupaya melaksanakan pekerjaan secara efektif dengan tetap memperhatikan kelancaran arus Lampau lintas di Sekeliling Posisi pekerjaan.
Adapun Posisi dan waktu pekerjaan rekonstruksi perkerasan jalan di beberapa titik Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek di antaranya:
- On Ramp Cikarang Barat arah Cikampek lajur 2 pada Jumat (17/07) pukul 22.00 WIB hingga Selasa (21/07) pukul 04.00 WIB
- KM 20+285 Tamat KM 20+425 arah Cikampek lajur 1 dan KM 37+290 s.d KM 37+500 arah Cikampek lajur 2, pada Sabtu (18/07) pukul 09.00 WIB hingga Jumat (24/07) pukul 11.00 WIB
- KM 71+900 Tamat KM 71+766 arah Jakarta lajur 3 dan bahu dalam dalam pada Senin (20/07) pukul 00.00 WIB hingga Jumat (24/07) pukul 12.00 WIB
- KM 35+175 Tamat KM 35+070 arah Jakarta lajur 2 dalam pada Senin (20/07) pukul 09.00 WIB hingga Kamis (23/07) pukul 07.00 WIB
- KM 31+850 Tamat KM 31+700 arah Jakarta lajur 1 dalam pada Senin (20/07) pukul 09.00 WIB hingga Jumat (24/07) pukul 10.00 WIB
- KM 57+350 Tamat KM 57+330 arah Jakarta lajur 1 pada Senin (20/07) pukul 09.00 WIB hingga Jumat (24/07) pukul 16.00 WIB
Selama pekerjaan berlangsung JTT tetap mengutamakan kelancaran Lampau lintas dengan menyiapkan rekayasa Lampau lintas secara situasional serta memastikan area pekerjaan dilengkapi perlengkapan keselamatan sesuai standar operasional.
Pihak Jasamarga menyampaikan permohonan Ampun atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama pekerjaan berlangsung.
