Jakarta (ANTARA) – Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Lazim Roy Rizali Anwar mengatakan rencana pembangunan Jembatan Pulau Muna-Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara hingga kini Tetap berproses melalui berbagai tahapan perencanaan yang sedang disiapkan pemerintah.
Menurut Roy, pemerintah Maju mematangkan usulan pembangunan jembatan tersebut, termasuk mengkaji sejumlah alternatif skema pembiayaan agar proyek strategis itu dapat direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tetap berproses. Seluruh Tetap berproses usulan. Tahapan beberapa alternatif pembiayaan juga kita usulkan. Terdapat tadi yang disampaikan Pak Ridwan Bae (Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae) juga kan Terdapat mekanisme loan dan sebagainya, itu juga proses kita lakukan,” kata Roy ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.
Sebelumnya, dalam rapat tersebut Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mendorong Kementerian PU agar adanya alternatif pembiayaan pada rencana pembangunan jembatan tersebut.
Menanggapi hal itu, Roy menjelaskan salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan ialah pendanaan melalui skema pinjaman (loan) di samping mekanisme pembiayaan lain yang Tetap dalam proses pembahasan.
Roy menegaskan pembangunan Jembatan Muna-Buton harus melalui tahapan yang telah ditetapkan, mulai dari studi kelayakan, penyusunan Berkas lingkungan, hingga penyelesaian desain rinci dan kesiapan lahan.
“Prosesnya tetap, tahapannya tetap. Itu kan Kepada membangun sebuah apa? Jembatan, itu Terdapat tahapan studi kelayakan, Berkas lingkungan, kemudian Terdapat detail desain, Terdapat kesiapan lahan, dan sebagainya. Ini ini Tetap berproses Seluruh,” bebernya.

Karena seluruh tahapan tersebut Tetap berjalan, Kementerian Pekerjaan Lazim belum dapat memastikan apakah pembangunan Jembatan Muna-Buton akan masuk dalam Penyelenggaraan fisik pada tahun 2027.
Meski belum menetapkan Sasaran waktu pembangunan, Roy memastikan pemerintah Maju melanjutkan seluruh proses perencanaan dan berharap dukungan berbagai pihak agar proyek Jembatan Muna-Buton dapat segera terealisasi.
“Ya, doakan lah secepatnya (rencana pembangunan Dapat dilakukan). Minta dukungan,” kata Roy singkat.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Lazim (PU) Dody Hanggodo mengecek Posisi rencana pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Muna-Pulau Buton di Kelurahan Palabusa Kecamatan Lea-lea, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menteri PU Dody Hanggodo Demi ditemui di Baubau, Minggu (13/7/2025) mengatakan kunjungan tersebut Kepada Menonton langsung perhitungan teknis terkait jarak antara jembatan dan permukaan laut, khususnya jalur yang akan menjadi lintasan kapal.
Hal tersebut harus diperhitungkan secara matang agar keberadaan jembatan Kagak menghalangi Lewat lintas laut dalam jangka panjang.
“Antisipasi terhadap pasang surut air laut Krusial dilakukan, Asal Mula area di Rendah jembatan merupakan jalur pelayaran. Kita harus memastikan bahwa 10 hingga 20 tahun ke depan kapal Tetap tetap Dapat melintas dengan Terjamin,” katanya.
Berdasarkan hasil Percakapan antara pemerintah daerah dan pusat kala itu, pembangunan jembatan tersebut awalnya akan dimulai pada tahun 2026 setelah seluruh perencanaan dan penyusunan struktur teknis rampung.
Menurut Dody keberadaan jembatan tersebut nantinya akan membuka akses ekonomi antar-Kawasan, khususnya dalam mendukung pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, dan perikanan di Pulau Muna, Buton Tengah, dan Kota Baubau.
Diketahui, Jembatan Buton–Muna tersebut Mempunyai panjang total 2.969 meter dengan rincian yang terdiri atas jembatan Esensial sepanjang 2.043 meter, jalan pendekat di Pulau Muna sepanjang 186 meter, jembatan pendekat di Pulau Buton sepanjang 525 meter, serta jalan pendekat tambahan sepanjang 215 meter.
Di sisi Pulau Muna, jalan pendekat akan terhubung ke ruas jalan Kabupaten Buton Tengah, sementara di sisi Pulau Buton, jalan pendekat masuk ke Kawasan Kota Baubau.
Pembangunan jembatan penghubung ini telah dirancang sejak tahun 2010, Tetapi sempat tertunda karena kendala komunikasi dan koordinasi lintas instansi.
