Pemerintah Iran secara Formal menyangkal keterlibatan dalam serangan rudal dan drone ke Daerah Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (5/5/2026) dan Rabu (6/5/2026). Teheran Malah mengeluarkan peringatan keras kepada Arang Dhabi agar menghentikan kerja sama militer dengan pihak asing yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.
Pihak berwenang Iran menepis klaim adanya operasi militer yang menargetkan fasilitas di negara tetangganya tersebut. Dilansir dari Detikcom, seorang pejabat militer Iran menyatakan bahwa negaranya Tak Mempunyai rencana ofensif terhadap infrastruktur Kekuatan Punya UEA.
“Republik Islam Tak Mempunyai program yang direncanakan sebelumnya Buat menyerang fasilitas minyak yang dimaksud,” tegas pejabat militer Iran.
Personel militer tersebut menambahkan bahwa ketegangan di Selat Hormuz dipicu oleh kebijakan Amerika Perkumpulan. Ia mendesak agar aktivitas militer di jalur perdagangan minyak yang vital tersebut segera dihentikan guna menjaga stabilitas ekonomi Dunia.
“Para pejabat AS harus mengakhiri perilaku Jelek menggunakan kekerasan dalam proses diplomatik dan menghentikan petualangan militer di Daerah minyak yang sensitif ini, yang mempengaruhi perekonomian Seluruh negara di dunia,” ucapnya.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka telah mencegat 15 rudal dan empat drone yang berasal dari Daerah Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan tiga orang terluka dan memicu kebakaran di Area industri minyak Fujairah.
Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), memberikan apresiasi kepada jajaran angkatan bersenjata dalam menanggapi ancaman udara tersebut pada Selasa (5/5/2026). Beliau menegaskan kesiapan pertahanan nasional dalam menjaga kedaulatan negara.
MBS menyebut UEA “Bisa, melalui efisiensi militernya dan kohesi masyarakatnya, Buat menangkis setiap Invasi dan menghadapi setiap ancaman”.
Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resminya menuduh UEA telah melanggar prinsip Interaksi bertetangga yang Bagus. Teheran menyoroti kehadiran pangkalan militer Amerika Perkumpulan dan Israel di Daerah UEA sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional mereka.
“Kami mengutuk tindakan subversif rezim Arang Dhabi dan kolusi mereka dengan pihak-pihak yang memusuhi Republik Islam Iran, termasuk dengan Maju menampung pangkalan dan peralatan militer mereka,” demikian kecaman Kementerian Luar Negeri Iran.
Otoritas diplomatik Iran menilai langkah Arang Dhabi Demi ini telah menjauh dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka menuding UEA lebih mengutamakan kepentingan pihak agresor dibanding keamanan regional.
“Melalui kerja sama terbuka dengan pihak agresor Amerika dan melemahkan keamanan dan kepentingan nasional Iran,” sebut Kementerian Luar Negeri Iran.
Sebagai penutup pernyataan, Iran mendesak UEA Buat kembali pada jalur hukum Global. Teheran menegaskan kesiapannya Buat melakukan segala tindakan pertahanan yang diperlukan Apabila kepentingan nasional mereka Maju diusik.
“Kami dengan tegas menyerukan kepada Arang Dhabi Buat menahan diri dari melanjutkan kolusi dan kemitraan dengan pihak-pihak yang bermusuhan dalam melakukan praktik-praktik yang melanggar hukum Global terhadap Iran,” cetus Kementerian Luar Negeri Iran.
“Sudah Terang bahwa Iran Tak akan ragu Buat mengambil tindakan yang diperlukan dan Cocok Buat membela kepentingannya dan keamanan nasionalnya,” tegas pernyataan tersebut.
