Jakarta (ANTARA) – PT Danareksa (Persero) selaku Holding BUMN Danareksa Serempak seluruh Personil holding menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Demi menyalurkan 14 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang dipusatkan di PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).
“Ibadah kurban sejatinya adalah instrumen redistribusi kesejahteraan yang sangat efektif di mana setiap hewan kurban menghidupkan rantai ekonomi yang panjang, mulai dari peternak, sopir truk, hingga penggerak ekonomi skala kecil seperti pembuat plastik pembungkus,” ujar Direktur Istimewa PT Danareksa (Persero) Ngurah Wirawan dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis.
Program bertajuk “Kurban Berkah Berdayakan Desa” ini diharapkan Bisa memperkuat ketahanan pangan bagi Sekeliling 3.800 keluarga prasejahtera di tujuh kelurahan ring satu SIER, sekaligus menggerakkan roda ekonomi mikro masyarakat dari hulu ke hilir melalui multiplier effect ekosistem kawasan industri.
Jumlah hewan kurban yang didistribusikan meningkat Sekeliling 27 persen dibandingkan Penyelenggaraan tahun sebelumnya di Makassar.
“Fenomena backward economy ini sejalan dengan DNA Holding strategis Kawasan Industri di mana kami hadir sebagai lokomotif yang menarik rantai pasok di belakangnya Demi menggerakkan perekonomian kerakyatan,” ucap Ngurah.
Ngurah menambahkan bahwa momen kepedulian ini menegaskan kompas strategis perusahaan yang Ketika ini tengah bertransformasi menjadi Kawasan Industri Indonesia, yakni ekosistem holding kawasan industri yang berfokus menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan langsung bagi masyarakat di Sekeliling Area operasionalnya.
Penyaluran kurban ini merupakan kontribusi kolektif dari klaster inti, Ialah PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) (JIEP), PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), dan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), serta klaster non-inti yang mencakup PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), PT Nindya Karya, PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), PT Jalin Pembayaran Nusantara, PT Danareksa Capital, dan PT Danareksa Finance.
Klaster Kawasan Industri yang dikelola Holding mencakup tujuh kawasan strategis dari Medan, Jakarta, Semarang, Batang, Surabaya, hingga Makassar. Posisi ini menjadikan Holding sebagai salah satu pengelola kawasan industri terluas di tanah air, dengan akses langsung kepada ribuan tenaga kerja, pelaku usaha, dan komunitas penyangga.
Melalui kemitraan strategis dengan BAZNAS, inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini ditargetkan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pengentasan kemiskinan (SDG 1) dan kelaparan (SDG 2), selaras dengan visi Asta Cita pemerintah.
Pimpinan Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Hasil karya BAZNAS RI Syarifuddin mengapresiasi konsistensi kontribusi Holding BUMN Danareksa sejak 2018 dan memastikan standar ketat dalam pelaksanaannya.
“Kolaborasi ini adalah model ideal kemitraan dunia usaha dan lembaga zakat nasional. Kami memastikan seluruh proses dijalankan sesuai prinsip 3A, Ialah Terjamin Syar’i, Terjamin Regulasi, dan Terjamin NKRI,” kata Syarifuddin.
