Harga Minyak Dunia Naik 3%, Brent Dijual USD104/Barel

Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai. Foto: Xinhua/Du Penghui.

Houston: Harga minyak dunia kembali melonjak lebih dari tiga persen dalam perdagangan Asia pada Senin, 11 Mei 2026, setelah Presiden AS Donald Trump menyebut tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS Kagak dapat diterima, sehingga risiko geopolitik tetap tinggi.

Mengutip Investing.com, Senin, 11 Mei 2026, harga minyak Brent berjangka sebagai patokan harga minyak Dunia Demi kontrak beli atau jual di masa depan, naik sebanyak 3,1 persen menjadi USD104,43 per barel.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka sebagai standar Demi penetapan harga minyak di AS Demi masa mendatang, juga naik sebesar 3,1 persen menjadi USD98,33 per barel.

 

Ketegangan kawasan Teluk meningkat

Pada Minggu, Trump menolak tanggapan Teheran terhadap kerangka perdamaian yang diusulkan Washington. Komentar tersebut meredam Asa akan meredanya ketegangan dalam waktu dekat di kawasan Teluk.

Proposal Asal AS dilaporkan bertujuan Demi menghentikan aktivitas pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, menghilangkan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan membongkar fasilitas nuklir Primer sebagai imbalan atas pencabutan Denda dan penghentian aksi militer.

Melalui Perantara Pakistan, Iran menanggapi proposal perdamaian tersebut dengan menuntut pencabutan Denda, penghentian kehadiran angkatan laut AS di Sekeliling Selat Hormuz, jaminan keamanan, dan pengakuan atas hak Iran Demi melanjutkan beberapa aktivitas nuklir.

Wall Street Journal melaporkan Iran mengusulkan Demi mengurangi sebagian uranium yang diperkaya dan mentransfer sisanya ke negara ketiga. Di sisi lain, para investor tetap Pusat perhatian pada Selat Hormuz, yang sebagian besar tetap tertutup sejak awal konflik.



(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)

 

Sempat anjlok tajam

Harga minyak sempat anjlok tajam pada pekan Lewat karena optimisme Washington dan Teheran Dekat mencapai kesepakatan sementara Demi menstabilkan jalur pelayaran di Teluk.

Ketegangan geopolitik ini muncul menjelang kunjungan Trump ke Tiongkok yang dijadwalkan akhir pekan ini, di mana ia diperkirakan akan Bersua dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing.

KTT tersebut kemungkinan akan Pusat perhatian pada perdagangan, Taiwan, dan konflik Iran, dengan Beijing dipandang sebagai pemain diplomatik kunci mengingat Interaksi ekonominya dengan Teheran.